Kasus Pengancaman Wartawan, Polisi Ngaku tak ada Rekaman CCTV

Kota Bima, Kahaba.- Kepolisian Resort (Polres) Bima Kota mengaku tidak ada rekaman CCTV di Toko UD Satria Perdana terkait pengancaman terhadap Wartawan Kahaba.net, Ady supriadin beberapa waktu lalu. Hasil pengecekan, CCTV setempat diketahui hanya memantau keadaan toko tanpa dilengkapi rekaman. (Baca. Polisi Diminta Amankan Rekaman CCTV Pengancam Wartawan)

KBO Polres Bima Kota IPDA. Masdisin. Foto: Noval

KBO Polres Bima Kota IPDA. Masdisin. Foto: Noval

“CCTV tidak disita. Sebab tidak ada rekaman saat kejadian setelah diperiksa di lokasi kejadian,” kata Plt. Kasat Reskrim, IPDA Masdidin, Jumat (20/11).

Pihaknya menegaskan, masih melakukan pengembangan pemeriksaan terhadap kasus pengancaman oleh oknum Karyawan Toko UD Satria Perdana tersebut. Sehingga belum bisa menyimpulkan apa saja alat bukti untuk memperkuat keterangan pelapor.

“Saat ini, kita masih melakukan pemeriksaan saksi tambahan. Sebelumnya saksi korban, pelapor sendiri Ady Supriadin langsung diperiksa usai kejadian, bersama saksi yang bersama korban, Ahmad Syaifullah,” ungkapnya.

*Noval

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

  1. YUS

    emang dengan tdk adanya rekaman cctv sgt sulit ya pak polisi untk mlnjtkan kasus itu walaupun ada saksi dan pengancaman itu benar2 terjadi, gimana jika contoh kasusnya bapak diancam atau contohnya saja saya ancam bapak deh dengan kata2 pengancaman sperti yang diduga dilakukan oleh ruma rengge, lalu diproses secara hukum hanya mengandalkan saksi kira2 kasusnya tetp berjalan atau SP3? kalau tdak maka besok2 seluruh rakyat akan bebas mengancam termasuk pejabat pemerintah maupun pejabat kepolisian termasuk bapak sendiri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *