Kantor Desa Waworada Disegel Warga

Kabupaten Bima, Kahaba.- Sebagai bentuk protes terhadap dugaan penggelapan semen, sejumlah warga Desa Waworada Kecamatan Langgudu menyegel kantor desa setempat. Aksi penyegelan sudah berlangsung selama tiga hari, mulai Sabtu (20/11) hingga Senin (23/11). Akibatnya, aktivitas pelayanan publik di Kantor Desa Waworada tidak berjalan dengan normal.

Bukti dokumentasi warga saat oknum PJs Kades Waworada mengawal pengangkutan semen.

Bukti dokumentasi warga saat oknum PJs Kades Waworada mengawal pengangkutan semen. Foto: Ady

Dalam pernyataan sikapnya, warga yang mengatasnamakan Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GERAK) Waworada menuding Penanggung Jawab Sementara (PJS) Kepala Desa, Syamsudin menggelapkan semen sisa proyek Drainase di RT 09 dan Talut Jembatan menuju Plasma RT 10.

Semen sisa tersebut berjumlah 70 sak bersumber dari proyek dana Desa Waworada. Atas dugaan itu, warga menuntut PJS Kepala Desa mundur dari jabatannya karena dinilai tidak jujur dalam menjalankan tugas dan mendesak agar mengembalikan semen yang dijual.

Selain itu, mendesak Kaur Desa Waworada berinisial SF dipecat karena selema beberapa tahun terakhir administrasi desa amburadul. Tak hanya menyampaikan tuntutan, warga juga menggalang tandatangan sebagai bentuk mosi tidak percaya terhadap PJS Kades.

“Kami punya tiga saksi dan bukti foto saat PJS Kades mengawal pengangkutan semen itu untuk dijual ke desa tetangga. Bersama masyarakat, kami juga sudah menginvestigasi pembeli semen itu dan akan digunakan untuk apa,” kata Radiman, salah seorang warga Waworada dihubungi via handphone, Senin (23/11).

Kata dia, masyarakat menyesalkan ulah PJS Kades karena menjual semen itu untuk meraup kepentingan pribadi. Mestinya, kalau memang ada sisa semen dari proyek lebih baik digunakan untuk pembangunan masjid di desa setempat.

“Sampai saat ini belum ada tanggapan dari pemerintah desa dan kecamatan, sehingga warga memutuskan untuk tetap menyegel kantor desa,” ujarnya.

PJS Kepala Desa Waworada, Syamsudin saat dikonfirmasi via handphone tidak dapat dihubungi hingga berita ini ditulis.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *