GNR Blokir Jalan Lintas Sai-Sampungu

Kabupaten Bima, Kahaba.- Ancaman Gerakan Nurani Rakyat (GNR) untuk memblokir jalan lintas Sai-Sampungu ternyata bukan ucapan saja. Senin (23/11) GNR memblokir jalan lintas Sai-Sampungu dan menuntut pengaspalan jalan tersebut.

GNR saat blokir jalan. Foto: Noval

GNR saat blokir jalan. Foto: Noval

Korlap aksi, Erik Erianto dalam orasinya mengatakan, pemblokiran jalan ini akan dibuka jika Pemerintah Provinsi NTB segera memberikan rekomendasi secara tertulis kepada masyarakat Sai-Sampungu bahwa Tahun 2016 mendatang jalan setempat segera diaspal.

“Apapun yang terjadi, kami tidak akan membuka pemblokiran ini. Kecuali, kami mendapatkan rekomendasi secara tertulis dari Gubernur NTB,” tegasnya.

Kata dia, aksi tersebut akan terus dilakukan hingga rekomendasi itu dikantongi. Kalimat tersebut bukan ancaman, tapi langkah pasti untuk masyarakat yang selama ini hanya mendapatkan janji yang tak pasti dari Pemerintah Provinsi NTB.

Orator lainnya, Masud mengatakan, sebagai putra Desa Sampungu ia akan berjuang demi masyarakatnya, hingga Pemerintah mendengarkan dan mengaspal jalan lintas Sai-Sampungu di Tahun 2016.

“Kami tidak minta jalan ini diaspal sekarang, tapi kami hanya meminta rekomendasi agar jalan ini benar – benar diaspal Tahun 2016,” ujar pria yang juga Koordinator GNR Desa Sampungu itu.

Ia menegaskan, akan menunggu rekomendasi dari Pemerintah Provinsi NTB sebelum distribusi surat suara Pemilukada 9 Desember dilakukan. “Jika tidak, kami secara terus menerus akan memboikot jalan ini,” tegasnya.

Liputan wartawan Kahaba, pemblokiran jalan lintas Sai-Sampungu dilakukan ratusan masyarakat mulai pukul 10.15 Wita. Dengan menggunakan batu dan pohon, masyarakat memblokir jalan setempat.

Satu kendaraan pun tidak diizinkan massa aksi melintasi. Terlihat juga, para pedagang bawang merah memikul bawang yang dibeli di Desa Sai-Sampungu  dan menyalinnya ke mobil Pic-Up lain.

*Noval

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *