Kondisi Sie-Kalampa Sudah Kondusif

Kabupaten Bima, Kahaba.- Pasca bentrokan yang terjadi dua hari lalu, kondisi keamanan Desa Sie, Kalampa dan desa sekitarnya dipastikan sudah kondusif. Namun demikian, aparat keamanan masih disiagakan untuk menjaga keamanan di wilayah setempat untuk mengantisipasi munculnya gejolak lagi.

Waka Polda NTB, Kombes Pol Imam Margono. Foto: Ady

Waka Polda NTB, Kombes Pol Imam Margono. Foto: Ady

“Kondisi terakhir kita pastikan sudah kondusif. Dibantu TNI kegiatan pengamanan masih dilakukan,” kata Waka Polda NTB, Kombes Pol Imam Margono diwawancara di Kantor Pemerintah Kabupaten Bima, Selasa (24/11) pagi.

Waka Polda mengharapkan, kepada para Kepala Desa melakukan pendekatan terus menerus kepada masyarakatnya untuk menyudahi pertikaian antara sesama saudara. Sebab dinilainya, konflik terjadi karena egoisme orang tua sehingga berimbas pada anak-anak. Para pelajar terpaksa terganggu aktivitas sekolahnya karena kuatir adanya gangguan keamanan tersebut.

“Masalah tidak akan selesai tanpa ada kemampuan para pihak untuk menyelesaikannya. Perlu kerja keras para Kades memberikan penyadaran. Mengaktifkan rapat desa dan RT agar bila ada konflik yang terjadi dapat dibicarakan sedini mungkin,” tuturnya.

Menurutnya, keamanan merupakan salah satu faktor penting untuk mendukung kegiatan pembangunan. Bila tidak ada jaminan keamanan, maka investor akan sulit masuk dan berinvestasi di daerah.

“Masyarakat harus membangun kedamaian di wilayah  masing-masing, jangan sampai ada kesan bahwa Bima dan NTB memiliki intensitas konflik yang tinggi,” ujarnya.

Kepada masyarakat, Waka Polda meminta untuk saling menjaga keamanan, tidak main hakim sendiri, dan tidak saling bertikai bila ada masalah. “Kalau konflik terjadi, malah yang rugi adalah masyarkaat Bima sendiri,” tandas dia.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *