Keamanan Berbasis Masyarakat Harus Diterapkan

Kabupaten Bima, Kahaba.- Menurut Penjabat Bupati Bima, H Bachrudin, keamanan berbasis masyarakat harus diterapkan sebagai upaya mengantisipasi dini terjadinya konflik antar kampung. Semua komponen masyarakat harus punya tanggungjawab untuk mengamankan wilayah masing-masing dari gangguan kamtibmas.

Penjabat Bupati Bima Drs. H. Bachrudin, M.Pd. Foto: Hum

Penjabat Bupati Bima Drs. H. Bachrudin, M.Pd. Foto: Hum

Caranya kata Bachrudin, dengan mengintensifkan musyawarah dan mengedepankan kearifan lokal untuk menyelesaikan setiap masalah. Keamanan tidak bisa diserahkan pada pihak luar. Pemerintah dan pihak keamanan idealnya hanya dibelakang.

“Kalau semua digantungkan pada pemerintah dan aparat tidak bisa, karena keamanan adalah kebutuhan setiap manusia. Sama dengan beras merupakan kebutuhan utama masyarakat,” terangnya kepada Kahaba.net, kemarin.

Persoalan-persoalan kecil lanjutnya, saat ini mudah sekali memicu terjadinya konflik. Tentu semua pihak tidak ada yang menginginkan itu terjadi. Apalagi Kabupaten Bima dinilainya memiliki anugrah luar biasa dan tanah subur untuk dikelola. Bila potensi itu saja dikelola dengan baik, maka bisa semua kebutuhan masyarakat tercukupi.

Pemerintah juga diakuinya, tetap memberikan pembinaan terhadap masyarakat bekerjasama dengan FKPD tingkat Kabupaten, Kecamatan dan unsur-unsur lainnya. Meskipun disadari bahwa peran forum dan tokoh masyarakat terbatas dan tidak bisa mengontrol semua masyarakat.

“Tetapi yang terpenting adalah penanaman kesadaran kepada masyarakat agar menyadari pentingnya keamanan,” tuturnya.

Pihaknya bahkan punya rencana, untuk meminta tokoh agama bicara menjelang sholat magrib dilaksanakan walaupun hanya sesaat. Tujuannya, menghimbau dan mengingatkan kepada masyarakat pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban dengan pendekatan keagamaaan.

“Kalau bisa, rekaman himbauan tokoh agama itu diputar di masjid setiap usai waktu sholat magrib,” ujarnya.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *