Lagi, SMA 2 dan SMKN 3 Saling Serang

Kota Bima, Kahaba.- Bentrok SMA 2 Kota Bima dengan SMKN 3 Kota Bima kembali pecah, Kamis (26/11) sekitar pukul 10.45 Wita. Sejumlah kaca kelas masing – masing sekolah pecah. Tidak ada korban luka dari insiden tersebut. (Baca. Kado Hari Guru, Siswa SMA 2 dengan SMK 3 Tawuran)

Suasana usai bentrok siswa SMA 2 dan SMKN 3 Kota Bima. Foto: Deno

Suasana usai bentrok siswa SMA 2 dan SMKN 3 Kota Bima. Foto: Deno

Menurut pernyataan TF, salah seorang guru SMA 2 Kota Bima yang meminta namanya diinisalkan, pelemparan berawal dari siswa SMKN 3, saat dirinya mengajar. Kaca kelas X7 SMA 2 saat itu pecah, dan dirinya mengevakuasi siswa agar segera keluar dalam ruangan.

“Pelajar lain yang berada di sejumlah kelas berhamburan keluar dan membalas dengan melempar kaca kelas yang berada di wilayah SMKN 3. Aksi saling lempar pun tidak bisa dihindari,” ujarnya.

Pantauan Kahaba, saling lempar akhirnya berhenti setelah Polisi dan Satuan Pol PP datang. Saat itu, salah seorang guru di SMKN 3 meminta kepada Polisi, agar Satpam SMA 2 diproses karena memukul dua murid SMKN 3.

Sementara itu, menurut pengakuan salah satu murid SMKN 3 Fakhruraji, ia dan temannya Kurniawan, dipukul Satpam SMA 2. Waktu itu berawal dari pelemparan dari arah SMA 2 saat mereka tengah duduk sambil makan di dekat tembok SMAN 2.

“Karena dilempar, kami balas. Akhirnya Satpam SMA 2 datang loncat tembok dan memukul kami,” katanya.

Saat insiden tersebut, Kepala Dinas Dikpora Kota Bima, H. Alwi Yasin turun langsung ke lokasi. Kata dia, insiden tersebut sangat memalukan dunia pendidikan. Padahal ia sudah mengingatkan agar hari guru diperingati dengan tidak hura hura, dan semua guru mampu mengontrol siswa.

“Ini akibat kelalaian guru, karena tidak mampu mengontrol suasana kegiatan hari guru.” tudingnya.

Untuk siswa yang terlibat bentrok dan diduga menjadi provokator, akan diberikan pembinaan. Apabila ada yang merasa dirugikan dari kejadian tersebut, ia tidak bisa menghalangi jika ada yang ingin memproses secara hukum.

Alwi juga meminta agar orang tua dan masyarakat mampu bekerja sama dalam membina siswa, bukan saja guru yang bertanggung jawab. Sebab perhatian dan dukungan orang tua murid dan masyarakat sangat diharapkan.

*Deno

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *