Baru Dikerjakan, Proyek Talud di Kelurahan Santi Rusak Parah

Kota Bima, Kahaba.- Padahal baru beberapa bulan dikerjakan, proyek Talud di Kelurahan Santi sudah rusak. Proyek yang sumber anggarannya dari APBD Provinsi NTB itu dinilai oleh warga setempat dikerjakan asal jadi.

Talud di Kelurahan Santi dalam kondisi rusak. Foto: Bin

Talud di Kelurahan Santi dalam kondisi rusak. Foto: Bin

“Baru beberapa bulan kemarin kami melihat talud ini dikerjakan, tapi kondisinya sudah rusak. Sekitar 50 meter talut yang dibangun sudah rusak. Sekali turun hujan, kondisi talut akan semakin parah,” sorot salah seorang warga, Deni.

Menurut dia, pekerjaan itu dilakukan asal – asalan, tidak memperhatikan campuran material. Sedikit saja dikorek menggunakan kaki, semen talut sudah hancur.

“Untuk apa dikerjakan kalau tidak memberi manfaat untuk warga sekitar. Proyek ini sama halnya menghabiskan anggaran saja,” katanya.

Ia pun meminta kepada pekerja proyek untuk memperbaiki talud tersebut, jika tidak maka talut tersebut sama halnya dibangun tidak sesuai dengan manfaat.

Direktur CV. Nurta Karya, Tayeb yang ditemui mengakui jika CV nya yang mendapatkan pekerjaan tersebut. Namun yang mengerjakan bukan dirinya, tapi orang lain.

“Bukan saya yang mengerjakan proyek itu, tapi pihak lain yang menggunakan nama Perusahan saya. Saya sebenarnya tidak tau sama sekali dimana lokasi proyek itu, dan tidak pernah di perlihatkan kontrak kerja oleh mereka,” elaknya.

Mengetahui pekerjaan yang terbilang buruk tersebut, ia khawatir nanti CV miliknya yang justeru kena imbas. “Coba hubungi Haris Busnor, selaku pihak pengawas,” sarannya.

Haris Busnor yang ditemui mengatakan, pekerjaan itu kami sudah cukup baik. Tapi jika masih ada masalah, ia akan menghubungi penanggung jawab proyek tersebut untuk segera memperbaiki kembali. “Ini tanggung jawab kami bersama. Sesegera mungkin akan diperbaiki,” janjinya.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *