Bantuan Kebakaran Bajo Pulau, Terus Mengalir

Kabupaten Bima, Kahaba.- Bencana kebakaran yang menimpa warga Dusun Tengah Desa Bajo Pulau, telah merenggut segalanya. Yang tersisa hanya puing – puing dan wajah duka. Pilu dan derita yang mereka rasakan, pun menjadi perasaan yang sama untuk semua orang. (Baca. Dusun Bajo Pulau Terbakar, Satu Warga Terluka)

Korban Kebakaran saat membawa beras bantuan dari sejumlah pihak. Foto: Bin

Korban Kebakaran saat membawa beras bantuan dari sejumlah pihak. Foto: Bin

Atas dasar kemanusiaan dan peduli sesama, bantuan guna meringankan beban para korban terus mengalir deras. Hingga Sabtu (28/11) sore, sejumlah donatur yang membawa bantuan hadir dan memenuhi tempat penampungan logistik. Kebutuhan dibagi, senyum kebahagiaan pun terpancar dari wajah para korban.

Edi Syahroni, Penanggungjawab Logistik dari Dinas Sosial Kabupaten Bima menyebutkan, hingga Sabtu bantuan telah diterima dan sebagian dibagikan. Seperti beras sebanyak 2400 Kg, sudah disalurkan sebanyak 2250 Kg, tersisa 200 Kg. Mie instan 1028 dus, telah disalurkan sebanyak 300 dus, tersisa 728 Dus.

Kemudian, air mineral sebanyak 1023 dus, telah disalurkan sebanyak 600 dus, terisa sebanyak 423 Dus. Terpal sebanyak 77 lembar, Tikar 130 lembar, Piring, Sandal, Sabun Cuci, dan lain lain, juga sudah diterima dan dibagikan.

“Yang menyerahkan sejumlah bantuan ini hampir semua instansi di Kabupaten Bima, Lembaga Swasta, Pengusaha dan Perbankan, Sekolah Sekolah, Darma Wanita Persatuan, DPRD Kabupaten Bima, Mahasiswa dan LSM, Organisasi Masyarakat dan Organisasi Profesi,” sebutnya.

Ia juga menyebutkan, dari sejumlah bantuan tersebut, juga pihaknya terima uang tunai. Yang sudah terkumpul hingga Sabtu sebanyak Rp 70 Juta lebih. Uang tersebut pun dibagikan sebanyak Rp 1 Juta masing-masing per rumah yang tergolong rusak parah.

Untuk pelayanan makanan, diakuinya, korban diberi nasi bungkus 3 X sehari. Demikian juga untuk para Balita, diberikan asupan yang cukup. Kemudian tindakan medis dari tenaga kesehatan juga sudah dilakukan. “Alhamdulillah tidak ada penyakit yang berat dialami warga,” tuturnya.

Sementara untuk tempat tidur korban, sambung Edy, disediakan tenda sementara. Karena jumlah tenda terbatas, maka satu tenda dihuni dua sampai tiga Kepala Keluarga (KK). “Kita inginnya satu tenda satu KK. Hingga sekarang masih terus kami upayakan,” ujarnya.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *