Tolak SPAM, Warga ‘Duduki’ Kantor Walikota

Kota Bima, Kahaba.- Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kelurahan Dodu Kecamatan Rasana’e Timur kembali menulai penolakan keras dari masyarakat. Kamis (3/12) pagi, sekitar 100 warga Dodu ‘menduduki’ Kantor Walikota Bima. (Baca. Pipa SPAM Dodu Dibakar)

Warga Dodu saat duduki kantor Walikota Bima. Foto: Ady

Warga Dodu saat duduki kantor Walikota Bima. Foto: Ady

Aksi masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Petani Menggugat (APM) ini sebagai bentuk protes terhadap kebijakan Pemerintah Kota Bima. Saat tiba di Kantor Walikota, massa didominasi kaum hawa tersebut langsung menyeruduk ke halaman tanpa ada pengamanan ketat.

Mereka pun leluasa masuk menggunakan kendaraan dan menyampaikan aspirasi menggunakan pengeras suara. Aparat Sat Pol PP dan Kepolisian baru tiba di lokasi beberapa saat kemudian. Barulah pengamanan disiagakan ketat menghadang massa, tepat di jalan masuk mobil dinas Walikota Bima.

Aksi yang dikoordinir Muajin ini sempat memanas beberapa kali karena massa berusaha terus merangsek masuk untuk menemui Walikota Bima. Sayangnya, meski telah menunggu sejak pagi, Walikota enggan menemui massa walaupun ada di ruang kerjanya.

“Walikota tidak bisa menemui massa karena sedang menerima tamu dari BPKP dan Thailand,” kata Asisten I Setda Kota Bima, M Farid saat audiensi dengan perwakilan massa aksi.

Warga Dodu saat Demo Tolak SPAM. Foto: Ady

Warga Dodu saat Demo Tolak SPAM. Foto: Ady

Penjelasan dari Asisten I menyebabkan kekecewaan dari massa aksi. Walikota Bima dituding ingkar janji karena beberapa waktu menyampaikan ke warga Dodu akan turun di lokasi SPAM dan berdiskusi dengan warga.

“Kami hanya meminta waktu satu menit dari Walikota untuk menemui kami. Terserah nanti beliau mau mendukung SPAM atau menolak tak jadi masalah. Tapi ternyata, Walikota lebih memilih menerima tamu dan mengabaikan warganya,” kata perwakilan massa, Syamsudin kecewa.

Untuk meluapkan kekesalannya, massa aksi sempat mengancam akan menginap di Kantor Walikota Bima. Namun, niat itu urung dilakukan setelah proses negosiasi dengan pihak Kepolisian.

Massa juga menyindir Walikota Bima dengan menyetel lagu kampanye Qurma (Qurais – Man) Manis sambil berjoget. Warga menilai, Walikota banyak melupakan janji-janjinya saat kampanye dan kini memaksakan kehendak untuk menyelesaikan proyek SPAM.

Aksi demonstrasi yang berlangsung hingga dzuhur tersebut menjadi tontontan para pegawai Sekretariat Daerah Kota Bima. Selainn itu, banyak pegawai menghentikan aktivitas karena suara pengeras cukup menggema hingga dalam ruangan kerja mereka.

*Ady/Deno   

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

  1. saudara di dodu lihat ijin air 55 masa BLH yg tau tentang dokumen UKL/UPL tidak tau mata air di tampung di bak… lihat dokumen pemberdayaan masyarakat apa di baut air 55 atau tidak ????? ini yg sudah pasti mengambil mata air… yg di basmi,,,, kepentingan perorangan di atas kepentingan masyarakat,….. kejar air 55

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *