Mahasiswa STIKES Yahya Sorot Dualisme Kampus

Kabupaten Bima, Kahaba.- Persoalan dualisme kampus Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Yahya Bima kembali dipersoalkan mahasiswa. Selasa (7/12) pagi, sejumlah mahasiswa mempertanyakan hal itu dengan menggelar aksi di depan kampus yang berlokasi di Desa Penapali Kecamatan Woha tersebut.

Kampus STIKES Yahya Bima. Foto: Ady

Kampus STIKES Yahya Bima. Foto: Ady

Selain persoalan dualisme, mahasiswa juga mempertanyakan mengenai ijin operasional. Menurut mereka, dua hal itu masih simpang siur dan selama ini tidak ada penjelasan detail dari kampus.

“Ini persoalan serius dan menjadi tanda tanya kami selama ini sehingga menyebabkan keraguan untuk melanjutkan studi di STIKES Yahya,” sorot Koordinator Aksi, Arif Budianto.

Menurutnya, bila dualisme dan ijin operasional tidak diselesaikan segera oleh pihak kampus, maka dipastikan akan berakibat fatal terhadap proses penyelenggaraan pendidikan. Imbasnya, legalitas pendidikan dan ijazah yang dikeluarkan tidak sah sehingga akan merugikan mahasiswa.

“Kami bahkan mendapatkan informasi dari alumni, ada yang tidak diterima bekerja di Intansi Pemerintah Dompu lantaran keabsahan ijazah. Kalau ini benar, akan sangat merugikan kami sebagai mahasiswa,” terangnya.

Untuk itu, Arif bersama rekan-rekannya mendesak pihak kampus agar menjelaskan dua hal itu dengan menghadirkan Dirjen Dikti sebagai lembaga berkompeten. Tujuannya tak lain agar semua mahasiswa setempat tidak lagi resah dan ragu untuk melanjutkan studi di STIKE Yahya Bima.

Aksi tidak berlangsung lama, karena pihak kampus dan yayasan langsung keluar menemui mahasiswa untuk memberikan penjelasan. Mahasiswa juga diajak mendiskusikan persoalan itu dengan kepala dingin dan tidak langsung menggelar aksi.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *