Kepala SMAN 1 Madapangga Bantah Instruksi Guru dan Siswa Ikut Kampanye

Kabupaten Bima, Kahaba.- Kepala SMAN 1 Madapangga Abdul Faid membantah jika dirinya mengeluarkan instruksi kepada guru dan siswa untuk mengikuti kampanye salah satu Pasangan Calon, Sabtu (5/12). (Baca. Diduga Kepsek Arahkan Guru dan Siswa Kampanye, SMAN 1 Madapangga Disegel)

Aksi penyegelan di SMAN 1 Madapangga.

Aksi penyegelan di SMAN 1 Madapangga.

“Tidak benar saya mengeluarkan instruksi. Saya juga sudah membantah laporan itu saat memberikan keterangan di Panwaslu Kabupaten Bima,” ujarnya saat dihubungi Kahaba, Senin (7/12).

Ia menjelaskan, memang ada laporan oknum warga yang menyatakan dirinya mengeluarkan instruksi hari itu untuk siswa dan guru libur agar ikut kampanye. Oknum tersbeut pun sudah melaporkannya ke Panwas Kecamatan. “Kenyataannya, saya memang tidak pernah keluarkan instruksi itu,” tegasnya.

Kata dia, waktu hari Sabtu, ia sekitar pukul 06.55 wita tiba di sekolah. Karena pada hari itu ada kegiatan pengurusan adminsitrasi kartu ulangan semester ganjil untuk hari Senin, maka kegiatan belajar mengajar ditiadakan.

Siswa yang sudah selesai mendapatkan kartu, sambungnya, diperbolehkan pulang, dan itu semua dilakukan oleh seluruh sekolah, tidak saja SMAN 1 Madapangga. Kemudian, sekitar pukul 10.00 Wita, dirinya menuju Kota Bima, untuk urusan membeli ATK, guna keperluan Ulangan pada hari Senin.

“Saat ada penyegelan, saya sudah keluar sekolah. Saya tau ada penyegelan, setelah diberitahu oleh Ketua Panwascam Madapangga yang secara kebetulan bertemu dengan saya yang menuju Kota Bima. Saya mau kembali ke Sekolah, sudah terjebak kemacetan massa kampanye,” jelasnya.

Abdul Faid menambahkan, dirinya sudah dipanggil oleh Panwas untuk dimintai keterangan soal laporan tersebut. Namun ia membantah jika dirinya keluarkan instruksi ikut kampanye dan meliburkan sekolah.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *