“Saya Kembali untuk Memberi, Bukan Mengambil”

Kota Bima, Kahaba.- “Saya kembali ke Kota Bima untuk memberi, bukan datang untuk mengambil. Apa yang bisa saya ambil dari daerah yang hanya mengandalkan batu,” ujar Pembina Kosambo Kota Bima H. Sutarman saat konferensi pers di Vila Kosambo beberapa waktu lalu.

H. Sutarman. Foto: Ady

H. Sutarman. Foto: Ady

H. Sutarman mengaku memiliki niat tulus untuk kembali mengabdikan diri di tanah kelahiran, memberi lebih banyak yang pernah didapatkan dari sepak terjangnya mengadu nasib dan pulang membawa kesuksesan yang luar biasa di dunia usaha. “Saya Jihad kan diri ini untuk membangun rakyat dan daerah saya,” katanya penuh semangat.

Menurut dia, Kota Bima yang masih terus dibenah ini perlu sentuhan konkrit, untuk membawa rakyat dan daerahnya benar – benar sejahtera. Salah satunya yakni memberdayakan dengan maksimal seluruh sektor.

Selama dirinya kembali ke kampung halaman, sejumlah persoalan sudah didalami bersama Kosambo. Masalah-masalah yang diidentifikasi di Kota Bima yakni terkait dengan kesejahteraan. Sebagai langkah konkrit atas kepedulian, bersama Kosambo pula dirinya sudah menangani berbagai sektor, walaupun dengan segela keterbatasan.

Karena pengaruhnya belum terlalu luas dan mungkin hanya dirasakan oleh sebagian rakyat, seperti di Kelurahan Mande, Sadia, Penatoi dan Lewirato. Ia bermimpi tentang sesuatu yang lebih luas, yang lebih jauh, dan menargetkan dengan visi Bima Emas pada tahun 2050.

“Mari kita bermimpi, sembari memikirkan potensi apa sih yang bisa kita gali dan kembangkan,” ajak pria yang sudah mengikrarkan akan maju sebagai Calon Walikota Bima Tahun 2018 mendatang.

Kata dia, jika bicara merubah orang banyak, dirinya tidak mungkin kalau hanya terus berada Kosambo. Bukan tidak ada efek, tapi sempit. Satu-satunya jalan agar bisa menggapai keinginan itu, H. Sutarman memilih terjun dan fokus di wilayah politik, masuk dan harus menjadi pembuat kebijakan. Mewujudkan itu pula, ia dan Kosambo mulai bergerak dan memperkenalkan diri lebih luas kepada rakyat Kota Bima.

“Alhamdulillah, banyak dukungan dan kepercayaan melihat semangat dan ide – ide kami untuk mengelola daerah ini agar bisa berkembang lebih siginifikan,” jelas pengusaha Batu Bara itu.

Melihat Kota Bima dari sudut pandang yang lain, pria yang Tahun 2016 akan berusia 50 Tahun itu mengaku, daerah Kota Bima masih jauh ketertinggalan dan kesenjangannya dengan daerah lain. Ketertinggalan itu harus segera dikejar, paling tidak jaraknya ini harus dipersempit.

“Dengan cara apa, yakni percepatan gerakan harus lebih cepat, jangan biasa-biasa saja. Hari ini menurut penilaian saya, gerakan pembangunan kita biasa-biasa saja. Pertanyaannya, mau sampai kapan kesenjangan ini bisa kita persempit, kalau tidak lakukan dengan cara luar biasa. Hanya itu, jadi harus rasional,” paparnya.

Semangat H. Sutarman menjadi orang nomor 1 di Kota Bima, membuncah. Ia pun menginginkan Kota Bima memiliki pemimpin yang punya kreatifitas lebih dari biasa. Karena hanya dengan cara itu, Kota Bima bisa menjadi daerah yang hebat, mandiri dan Sejahtera.

*Bin/Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. hamba allah

    Terlalu jauh mimpinya pak menjadikan kota bima kota emas tahun 2050.
    Kalau bapak mau mengabdikan diri di tanah kelahiran tidak perlu untuk ikut ajangpencarian ora g nomor satu dikota bima.
    Kalau bapak benar-benar berniat mensejahterakan masyarakat kota bima, coba bapak buka lapangan kerja untuk kami.
    Tunjukan satu langkah kongkrit.
    Kami sudah bosan dengan janji-janji pak.
    Banyak potensi SDM di bima yang akhirnya keluar daerah karena tidak di hargai di daerahnya sendiri.

  2. hamba allah

    Terlalu jauh mimpinya pak menjadikan kota bima kota emas tahun 2050.
    Kalau bapak mau mengabdikan diri di tanah kelahiran tidak perlu untuk ikut ajangpencarian ora g nomor satu dikota bima.
    Kalau bapak benar-benar berniat mensejahterakan masyarakat kota bima, coba bapak buka lapangan kerja untuk kami.
    Tunjukan satu langkah kongkrit.
    Kami sudah bosan dengan janji-janji pak.
    Banyak potensi SDM di bima yang akhirnya keluar daerah karena tidak di hargai di daerahnya sendiri.

  3. hamba allah

    Terlalu jauh mimpinya pak menjadikan kota bima kota emas tahun 2050.
    Kalau bapak mau mengabdikan diri di tanah kelahiran tidak perlu untuk ikut ajangpencarian ora g nomor satu dikota bima.
    Kalau bapak benar-benar berniat mensejahterakan masyarakat kota bima, coba bapak buka lapangan kerja untuk kami.
    Tunjukan satu langkah kongkrit.
    Kami sudah bosan dengan janji-janji pak.
    Banyak potensi SDM di bima yang akhirnya keluar daerah karena tidak di hargai di daerahnya sendiri.

  4. Ridhoo

    Alaeee,, kebanyakan Perantau dari kota Besar yang balik ke daerah, gaya omongannya Sengak kaya gini,, baru sukses dikit aja, gayanya kayak orang paling kaya sejagad,, klo lahan dikota perantauan nya dah mulai mengering,, na mai ncubu ra tuta na ara dana Mbojo ke, ngupa kai na ngaha,, modal cuma Gaya, mo calonin diri jadi kepala daerah,, au ra rawi mu?? Kodo!!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *