Panwaslu : Quick Count Bukan Keputusan Mutlak

Kabupaten Bima, Kahaba.- Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Bima menegaskan kepada masyarakat bahwa hasil hitung cepat (quick count) bukanlah keputusan mutlak. Hasil hitung cepat baik dari lembaga survei maupun rekap C1 KPU tetap disebut hasil sementara hingga nanti adanya pleno.

Ilustrasi

Ilustrasi

“Hasil quick count tidak masalah sepanjang tidak mengatakan itu hasil resmi dari Pilkada. Sifatnya tetap sementara berdasarkan versi masing-masing dan itu tidak bisa dikatakan keputusan mutlak,” tegas Komisioner Panwaslu Kabupaten Bima, Junaidin, dihubungi via handphone kemarin.

Keputusan akhir hasil Pilkada sambungnya, ada di KPU setelah dilakukan rekapitulasi di tingkat Kabupaten Bima dan pleno. Untuk hari ini rekapitulasi sudah mulai di di tingkat Kabupaten Bima setelah tingkat PPK atau kecamatan dipastikan rampung.

“Jadwalnya maksimal 10 hari di PPK maksimal berakhir Tanggal 16 Desember, di Kabupaten Bima sampai 23 Desember batas akhirnya. Bisa juga lebih cepat dari itu asal tidak melewati batas. Setelah selesai langsung disusul dengan pleno KPU,” terangnya.

Junaidin mengingatkan, bagi masyarakat yang sudah merasa atau mengklaim pasangan calon yang didukung menang, tidak terlalu bereuforia. Sebab, keputusan pasangan calon terpilih akan resmi setelah KPU menetapkannya.

“Kalau belum ada penetapan dari KPU, hasil itu belum mutlak atau belum resmi. Walaupun memang, saat ini kita tahu banyak beredar hasil hitung versi dengan banyak versi,” ujarnya.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *