TNI Datang, Massa Aksi di Bandara Memilih Mundur

Pengunjukrasa diamankan oleh polisi berpakaian sipil. Foto: Dedi

Kabupaten Bima, Kahaba.- Keinginan massa aksi untuk masuk ke dalam areal bandara tidak menemukan jalan dan selalu dihalangi oleh pihak kepolisian. Kekuatan pengamanan bandara bertambah, satu peleton Tentara Nasional Indonesia (TNI) terlihat tiba di lokasi unjuk rasa mahasiswa di Bandara Sultan Salahuddin Bima untuk membantu aparat kepolisian yang sejak pagi tadi menghalangi massa memasuki areal tersebut.

Pantauan wartawan kahaba.net di lokasi tersebut juga terlihat satu unit kendaraan taktis water canon milik kepolisian didatangkan untuk menangani pengunjuk rasa di depan Bandara. Melihat tambahan armada pengamanan Massa memilih mundur dari aeral depan bandara karena konsolidasi di sekitar gerbang bandara dipenuhi oleh TNI yang berjaga dengan pentungan dan tameng.

Massa gabungan dari berbagai elemen seperti LMND, PMI, HMI, SMI, BEM STKIP Taman Siswa, dan Front Pemuda dan Mahasiswa Samili, Kamis (29/3/2012) siang ini menggelar aksi bersama di depan Bandara Sultan Salahuddin Bima dan berencana akan mendudukinya.

Massa aksi yang berjumlah lebih dari seribu orang ini menuntut pemerintah untuk membatalkan rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) karena akan berimbas pada keadaan sosial ekonomi masyarakat khususnya masyarakat kecil. “Tolak kenaikan harga BBM menjadi harga mati,” ujar Koordinator Lapangan (korlap) aksi M. Amiruddin. [BQ/BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *