Batas Kota Jadi Langganan Banjir Kota

Kota Bima, Kahaba.- Jika hujan lebat tiba, batas Kota Bima dan Kabupaten Bima di Dusun Niu kerap menjadi langganan banjir. Batas Kota yang sudah dipermak menjadi taman – taman indah itu berubah menjadi obyek yang tidak sedap dipandang. Air hujan menggenangi ruas jalan dan taman sekitar.

Kondisi batas kota jika hujan datang. Foto: Bin

Kondisi batas kota jika hujan datang. Foto: Bin

Beberapa hari hujan kemarin, wilayah itu pasti banjir. Jika hujan sangat lebat dan lama, maka air diruas jalan itu bisa mencapai lutut orang dewasa. Jika sudah begitu, lajur pintu masuk Kota Bima praktis macet.

Kondisi tersebut biasanya terjadi pada musim hujan. Penyebabnya mungkin disekitar taman batas Kota kurang tersedia drainase. Air yang datang dari arah pegunungan wilayah setempat pun harus tergenang di wilayah taman dan jalan.

Pengguna jalan, Ahmad (30) warga Kecamatan Bolo mengaku tidak nyaman dengan kondisi tersebut. Ia yang biasa bolak balik ke Bima Kota kerap menjumpai kondisi seperti itu bila hujan. Padahal, taman sudah bagus, batas Kota sudah tertata. Namun saluran air pembuangan tetap saja mampet.

Ia pun berharap kondisi drainase bisa ditata dengan baik, agar keindahan tata gerbang masuk tidak rusak dan sedap dipandang mata. “Disayangkan kalau taman batas kota rusak akibat banjir,” katanya.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *