Pemkot Diminta Segera Sikapi Soal SPAM Dodu

Kota Bima, Kahaba.- Anggota DRPD Kota Bima, Taufikurrahman meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bima segera menyikapi persoalan Sistem Penyaluran Air Minum (SPAM) di Kelurahan Dodu.

Anggota DRPD Kota Bima, Taufikurrahman. Foto: Ady

Anggota DRPD Kota Bima, Taufikurrahman. Foto: Ady

“Jangan sampai persoalan SPAM semakin berlarut. Apalagi sekarang sudah berujung ke ranah hukum. Pemkot Bima harus segera turun ke Dodu untuk duduk kembali bersama warga,” pinta Duta PDI Perjuangan ini, Senin (14/12) pagi.

Menurut Diko sapaan akrabnya, munculnya reaksi dan protes dari masyarakat terkait SPAM terjadi karena kebuntuan komunikasi. Sosialisasi dan pemberian pemahaman kepada masyarakat harus terus dilakukan agar informasi yang diterima bersifat menyeluruh.

Bisa jadi kata dia, adanya protes karena hanya sebagian masyarakat yang paham sementara sebagian lainnya tidak mendapatkan pencerahan. Selain itu, pemerintah harus mendengarkan saran dan masukan dari masyarakat sebagai bahan evaluasi. Tidak boleh mengambil keputusan sepihak karena masyarakat merupakan penerima manfaat.

“Saya yakin, bila ada komunikasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat, tidak akan muncul protes seperti kemarin,” ujarnya.

Anggota Komisi III ini juga menyayangkan aksi anarkisme warga yang berujung pembakaran pipa SPAM. Hal itu seharusnya tidak perlu terjadi karena masih ada jalur komunikasi yang elegan untuk ditempuh. Apalagi, semua peralatan di SPAM merupakan aset yang dibeli dari uang masyarakat sendiri.

Meski begitu, Diko melihat tindakan itu merupakan aksi spontanitas warga sebagai akibat dari kekecewaan terhadap buntunya komunikasi dengan pemerintah. Bila akar persoalan dicarikan solusi, Ia yakin tidak ada yang tidak bisa diselesaikan.

“Kami berharap pemerintah kembali duduk bersama masyarakat dan merangkul mereka. Serta bisa mengambil sikap bijaksana yang tidak merugikan kedua pihak. Kami di DPRD juga selalu membuka ruang komunikasi bila warga menghendaki,” tandasnya.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *