Walikota Minta Sat Pol PP Maksimalkan Tugas

Kota Bima, Kahaba.- Walikota Bima, HM Qurais H Abidin meminta semua personil Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) lebih memaksimalkan tugas sesuai dengan kewenangan dalam aturan. Permintaan itu disampaikan, mengingat pasukan penegak Peraturan Daerah (Perda) itu dinilai tidak kompak dan mengambaikan hal-hal kecil belakangan ini.

Walikota Bima saat memberikan pembinaan ke Sat Pol PP. Foto: Ady

Walikota Bima saat memberikan pembinaan ke Sat Pol PP. Foto: Ady

Nasehat itu disampaikan Walikota Bima, Selasa (15/12) pagi saat hendak keluar dari gerbang Kantor Pemerintah Kota Bima. Kesempatan tersebut tanpa terjadwal langsung dimanfaatkan untuk mengumpulkan Sat Pol PP di depan pos penjagaan.

“Bila ada kegiatan Kepala Daerah, Wakil Kepala Daerah atau Sekda, personil Pol PP harus ada yang bertugas mengawal. Sebab, 24 jam kapasitas melekat pada seorang pejabat,” ingatnya.

Kemudian sambungnya, tugas-tugas Pol PP sebagaimana tertuang dalam aturan tidak boleh sebagian dijalankan sedangkan sebagian lainnya diabaikan. Semua tugas, pokok dan fungsi itu mesti dipahami dan diaplikasikan secara maksimal di lapangan.

“Kalau tugas-tugas itu sudah dipahami, tak perlu ada instruksi dan perintah lagi. Ini teman yang sakit saja tak mau dijenguk. Padahal kalian dituntut untuk kompak,” ujarnya.

Beberapa saat usai memotivasi, Walikota menginstruksikan kepada Pol PP agar mengontrol kondisi Amahami dan Lawata. Terutama dari menjamurnya kembali lapak para pedagang karena itu merusak pemandangan dan keindahan Kota Bima.

Sementara itu, Kepala Sat Pol PP Kota Bima, Hj Misbah berjanji ke depan akan lebih meningkatkan kinerja secara maksimal. Nasehat dan masukan dari Walikota Bima dinilainya sangat positif karena memacu karena menjadi motivasi untuk personilnya agar disiplin menjalankan tugas.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *