Dinas Sosial Fasilitasi Warga Dara dan Tanjung

Kota Bima, Kahaba.- Seremonial Harmonisasi Sosial Meci Angi antara warga Kelurahan Tanjung dan Dara berlangsung penuh khidmat. Pertemuan yang difasilitasi Dinsosnaker Kota Bima tersebut turut dihadiri Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat dari kedua Kelurahan serta perwakilan pimpinan SKPD.

Silaturahmi warga kelurahan Tanjung dan Dara. Foto: Eric

Silaturahmi warga kelurahan Tanjung dan Dara. Foto: Eric

Kegiatan guna menyambungkan kembali tali silaturahmi antara dua warga yang sempat bertikai itu mengusung tema ‘Menyongsong Kehidupan yang Lebih Baik dan Bermanfaat, Dengan Mengedepankan Persaudaraan dan Kasih Sayang’.

“Alhamdulillah, kegiatan yang diprakarsai Dinas Sosnaker ini sangat saya apresiasi. Karena menyambungkan tali silaturahmi, antara dua warga bersaudara,” ujar Wakil Walikota Bima, H. A. Rahman H. Abidin dalam sambutannya, Rabu (16/12).

Menurut mantan anggota dewan tersebut, selama ini nama Bima mendapat cap negatif dari daerah lain. Bahkan sering disebut wilayah rawan kerusuhan, teroris dan jaringan radikalisme. Tentunya dengan kejadian tersebut, dapat dijadikan pengalaman pahit yang tidak boleh diulangi lagi.

“Melalui program Pemerintah Kota Bima saat ini, saya yakin pembangunan dapat diwujudkan apabila daerah kita aman dan damai. Jadi, buat apa kita membuang waktu untuk meributkan hal yang tidak jelas sehingga memecahkan rasa persatuan,” katanya.

Untuk itu, Pemerintah Kota Bima mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama membangun Kota Bima yang lebih lagi kedepan. Hal ini ditunjang dengan pembangunan Pasar Amahami, penataan kawasan Amahami sebagai ruang terbuka hijau, perbaikan sanitasi, normalisasi Kali Romo, pembangunan Masjid baru di Kelurahan Tanjung.

Menurutnya, bila silaturahmi dan hubungan baik antara seluruh elemen masyarakat. Maka persoalan yang terjadi di lingkungan, akan dengan mudah diatasi. Sehingga tercipta rasa aman dan nyaman.

“Untuk itu melalui momentum Harmonisasi Sosial Meci Angi, saya atas nama Pemerintah Kota Bima mengajak masyarakat untuk tetap menjaga silaturahmi. Demi menjaga keamanan dan ketertiban, sehingga tercipta hidup rukun dan damai,” tandasnya.

Pantauan wartawan Kahaba, acara tersebut dirangkai dengan penyerahan bantuan terop kepada perwakilan kedua Kelurahan, kemudian Tari Bongi Monca serta kegiatan “Pohu Angi (Berpelukan)” antara kedua warga. Sebagai tanda masyarakat kedua kelurahan tersebut, telah menjadi keluarga besar.

*Eric

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *