Komunitas Pramuka Peduli Ajak Aksi Tanam Pohon

Kabupaten Bima, Kahaba.- Komunitas Pramuka Peduli  akan melakukan aksi dan kampanye Satu Pohon Sejuta Manfaat, Satu Sampah Sejuta Bencana dengan melakukan  penanaman pohon dibeberapa  lahan kering.

Aksi Penanaman Pohon oleh Pramuka Peduli.

Aksi Penanaman Pohon oleh Pramuka Peduli.

Upaya itu sebagai bentuk penghijaun kembali lahan kritis yang tersebar di sejumlah daerah jurang dan aliran sungai di sejumlah Kecamatan, seperti Kecamatan Parado, Wawo, Woha, Monta, Donggo, dan Soromandi.

Koordinator Pramuka Peduli Arief Rachman mengatakan, saat ini Wilayah Kabupaten Bima, dijumpai lahan – lahan kritis, juga masih terlihat masyarakat senang membuang sampah sembarangan tempat,  terutama diselokan, diparit bahkan di aliran – aliran sungai.

Aksi penanaman tersebut sudah dikoordinasikan dengan Dinas Kehutanan Kabupaten Bima. Bahkan Pramuka Peduli sudah bersurat ke Dinas Kehutanan Kabupaten Bima, untuk membantu penyediaan bibit tanaman yang nantinya akan ditanam di lahan – lahan kritis dan diutamakan untuk tanaman yang berfungsi ganda, seperti buah-buahan. Dengan begitu masyarakat tak buru-buru untuk menebang.

Arief juga mengajak pembina – pembina pramuka di masing – masing gugus depan untuk terlibat dalam aksi kampanye Satu Pohon Sejuta Manfaat, Satu Sampah Sejuta Bencana.

“Keterlibatan pembina sebagai pengejahwantahan Dasa Darman kedua Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia,” jelasnya.

Karena itulah, dalam  melakukan aksi ia mengharapkan para pembina mengajak adik – adik pramuka di gugus depan untuk terlibat aktif.

“Dari kecil adik – adik pramuka harus ditanamkan nilai – nilai Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia. Implikasinya mengajak mereka untuk terlibat dalam kegiatan Satu Pohon Sejuta Manfaat, Satu Sampah Sejuta Bencana,” katanya.

Disamping keterlibatan pembina di sekolah dan gugus depan, Arief juga mengharapkan sektor swasta lebih banyak mengambil peran dalam program Satu Pohon Sejuta Manfaat, Satu Sampah Sejuta Bencana. Program ini diharapkan dapat mengurangi dampak pemanasan global, mencegah banjir kekeringan dan longsor, dan meningkatkan upaya konservasi hutan dan kebersihan lingkungan.

“Kegiatan semacam ini harus terus kita lakukan sehingga lahan kritis di Kabupaten Bima bisa dihijaukan,” tambahnya.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *