Di Kelurahan Paruga, Dewan Dapil 2 Jaring Sejumlah Aspirasi

Kota Bima, Kahaba.- Setelah sebelumnya menyambangi Kelurahan Sarae dan Sambinae, kini 11 anggota DPRD Kota Bima Dapil 2 Kecamatan Rasanae Barat dan Mpunda menggelar Reses di Kelurahan Paruga, Sabtu (19/12).

Reses Anggota Dewan Dapil 2 di Kelurahan Paruga. Foto: Eric

Reses Anggota Dewan Dapil 2 di Kelurahan Paruga. Foto: Eric

“Reses ini yang ketiga ditempat berbeda, setelah sebelumnya menyerap aspirasi di Kelurahan Sarae dan Sambinae, kini kami akan menyerap aspirasi dan kebutuhan warga di Kelurahan Paruga,” ujar Ketua DPRD Kota Bima Feri Sofyan Sabtu (19/12) di Lapangan Merdeka Kelurahan Paruga.

Kata dia, agenda Reses guna mengakomodir kebutuhan masyarakat, sehingga bisa di bantu di Tahun Anggaran 2016 maupun di Tahun-Tahun berikutnya.

Pada kesempata itu, Ketua RW 01 Sudirman meminta agar talud serta pembangunan bronjonisasi bisa dilanjutkan. Sebab hingga saat ini pekerjaannya masih sekitar 200 Meter lagi yang belum diselesaikan. Untuk itu, warga yang tinggal dibantaran sungai meminta kepada Anggota Dewan untuk memperjuangkannya.

“Bila hujan lebat datang tanpa henti, maka dipastikan warga yang tinggal dibantaran sungai pasti terkena dampak luapan Sungai Padolo. Untuk itu, kami meminta agar bronjonisasi dan talud bisa diprioritaskan,” harap pria yang juga Ketua Forum Penanggulangan Resiko Bencana (FPRB) Kota Bima.

Kemudian, Mustamin Ketua RW 03 sekaligus pedagang kecil meminta agar ada pengamanan rutin dari pihak Pol PP ataupun pihak berwenang di pasar senggol. Sebab, kemananan di Pasar Senggol belum terjamin. Padahal pasar tersebut merupakan aset Pemerintah Kota, yang harus dijaga bersama.

Warga lain, Nurmi Ahmad meminta kepada Anggota Dewan untuk turun memantau masalah distribusi Raskin. Karena jatah tiap kali pembagian, selalu kurang dari bulan sebelumnya. Bahkan Raskin yang didapat juga berkutu dan mengeluarkan aroma yang tidak sedap.

“Biasanya kami menerima Raskin 15 Kg, namun sekarang hanya menerima 5 Kg dan bahkan sampai 3 Kg. Untuk itu saya mewakili warga kurang mampu meminta kepada seluruh anggota dewan untuk turun dan mengecek langsung Raskin,” inginnya.

Menanggapi permintaan warga tersebut, Anggota Dewan Alfian Indrawirawan yang membidangi pembangunan mengaku, proyek bronjonisasi telah dituangkan dalam APBD 2016 dalam bentuk dua paket proyek, dengan nilai Rp 190 juta.

“Alhamdulillah, awal tahun 2016 pengerjaan bronjonisasi akan dilanjutkan. Jika dinilai masih kurang, maka kami akan memperjuangkan lagi pada anggaran perubahan, dan tahun berikutnya lagi untuk memastikan rumah warga aman dari luapan banjir,” janjinya.

Mengenai pengamanan Pasar Senggol disikapi oleh Ketua dewan Feri Sofyan dengan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Eksekutif. Agar pengamanan bisa dilakukan dan pemilik toko bisa berdagang dengan aman dan nyaman.

“Secepatnya akan kami komunikasikan dengan Eksekutif, untuk mencari jalan keluar bersama. Untuk itu masyarakat diminta bersabar,” tandasnya.

Sedangkan permasalahan Raskin yang tidak berkualitas serta jumlah yang selalu berkurang, maka pihak dewan akan turun langsung bersama Pemerintah mengecek langsung di lapangan. Serta mengecek langsung di Kantor Kelurahan mengenai mekanisme penyaluran.

“Kami secepatnya akan menyikapi permasalahan ini, karena ini menyangkut kesehatan dan keselamatan warga,” tegasnya.

*Eric

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *