Dewan Dapil 1 Dilarang Masuk Jatibaru, Jika…

Kota Bima, Kahaba.- Lima Anggota DPRD Kota Bima Dapil 1 Kecamatan Asakota mendapat tantangan dari warga Kelurahan Jatiwangi. Saat menjalani Reses, warga meminta agar bisa memperbaiki empat Talud di empat wilayah RT yang berbeda.

Reses Anggota DPRD Kota Bima Dapil 1 di Jatibaru. Foto: Bin

Reses Anggota DPRD Kota Bima Dapil 1 di Jatibaru. Foto: Bin

Jika tahun 2016 tidak terealisasi, maka lima anggota Dewan tersebut dilarang untuk masuk dan mencari suara di Kelurahan Jatibaru untuk periode berikutnya.

“Talud yang sudah rusak parah berada di RT 29, RT 26, RT 21, RT 28, kondisinya sudah jebol. Jika tidak diperbaiki melalui Reses kali ini, jangan masuk cari suara di Kelurahan Jatibaru. Karena kami akan pagar betis semua Kelurahan ini,” ancam tokoh masyarakat setempat, Ahmad Mahmud, Senin (22/12).

Selain itu, kepada Wakil Rakyat tersebut juga diminta untuk tidak meninggalkan rakyatnya dan hanya datang sekali dalam lima tahun. Giliran ingin meraup suara baru hadir setiap hari ditengah masyarakat.

“Sekali sebulan lihat lah kondisi masyarakat, lihat kondisi lingkungan, lihat parit, lihat kondisi jalan. Siapa tahu ada yang bisa diperbaiki. Misalnya turun, Bapak Dewan tidak usah bawa makanan, biar kita yang kasi makan dan sembelih ayam. Jadi jangan hanya datang saat reses maupun pas mau ikut Caleg,” kritik warga lain, Jufrin.

Selain mengkritik, Jufrin juga menyampaikan aspirasi lain seperti, pengaspalan jalan dari Cabang Paruga Jatibaru menuju Ndano Nae. Jalan sepanjang 5 kilometer itu kondisinya memperihatinkan. Sebab petani harus mengangkut hasil pertanian dengan kondisi jalan yang buruk.

Kemudian, mengingat tanah kuburan sudah tidak ada, ia juga meminta agar tanah kuburan diperbesar dan jembatan yang sudah rusak di RT 31, juga diperbaiki. Sebab jembatan tersebut dilalui oleh petani saat mengangkut hasil pertanian dan dilalui oleh anak – anak pulang pergi sekolah.

Anggota DPRD Kota Bima Dapil 1 HM. Nor yang menjadi juru bicara menjawab, masalah talud akan memperjuangkannya untuk segera direalisasi pada Tahun 2016, melalui anggaran stimulan dari BPBD Kota Bima.

“Saran saya, melalui Pemerintah Kelurahan masukin proposal, bila perlu talud yang rusak di foto. Kami berlima akan memperjuangkannya,” janjinya diikuti riuh tepuk tangan warga.

Menjawab soal kehadiran ditengah – tengah masyarakat, HM. Nor beralasan semua anggota DPRD Kota Bima sudah memiliki kegiatan wajib yang masuk dalam agenda. Jadi aktifitas yang menyangkut perhatian terhadap rakyat begitu diatur dan sibuk. Namun ia menjanjikan akan mengupayakan saran dan kritik dari warga tersebut.

Kemudian menjawab semua aspirasi lain yang disampaikan warga, pria berkacamata yang juga Ketua Komisi II itu menjanjikan akan memperjuangkannya pada Tahun 2016 Perubahan. Kendati tidak bisa diakomodir semua, namun tetap diupayakan sebagian yang urgen bisa terealisasi.

Dia juga menambahkan, sejumlah aspirasi warga di Lingkungan lain Kelurahan Jatibaru pada Reses sebelumnya juga sebagian sudah masuk dalam program, dan siap dikerjakan pada Tahun 2016. Diantaranya, perbaikan dan pemeliharaan jalan, talud, drainase, pembebasan lahan untuk aktifitas masyarakat.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *