Agenda Reses, Ahmad HM Saleh Sentuh Pendidikan

Kabupaten Bima, Kahaba.- Memanfaatkan agenda reses masa sidang III, Anggota DPRD Kabupaten Bima, Ahmad HM Saleh lebih memilih menyentuh dunia pendidikan. Hal itu sangat berbeda dengan kebanyakan Anggota Dewan lainnya yang lebih memilih melaksanakan pertemuan seremonial di desa dan kecamatan untuk menyerap aspirasi masyarakat.

Ahmad HM Saleh saat turun Reses UPT Dinas Dikpora Lambu. Foto: Ady

Ahmad HM Saleh saat turun Reses UPT Dinas Dikpora Lambu. Foto: Ady

“Saya lebih memilih turun reses di dunia pendidikan karena bagi saya sangat penting saat ini. Seperti kita ketahui, momen Pilkada kemarin membuat masyarakat terkotak-kotak. Kondisi itu pun terjadi di lingkungan pendidikan,” kata Duta PDI Perjuangan ini, pagi tadi.

Ahmad mengaku, sejak mulai reses Tanggal 12 Desember hingga 18 Desember 2015 Ia lebih banyak bersama stakeholder pendidikan. Salah satunya turun di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Dikpora Kecamatan Lambu.

“Tiga hari berturut-turut saya bersama stakeholder pendidikan. Bersilaturrahmi dengan jajaran pendidikan, menyerap aspirasi dan meminta mereka agar meninggalkan hiruk pikuk suasana Pilkada,” kata dia.

Sebab dirinya mendapat banyak laporan, ada ancaman bagi guru dan tenaga sukarela karena beda pilihan akan dimutasi dan dikeluarkan. Karenanya, Ia mengantisipasi kondisi jangan sampai terjadi.

“Yang jelas, saya sudah ingatkan tidak ada lagi nomor 1, 2, 3, dan 4. Jangan lagi ada pembicaraan soal pasangan calon karena sudah semua sudah selesai,” ujar Ahmad.

Ahmad meminta, Kepala Sekolah, Guru dan Pegawai kembali fokus bekerja dan mengajar untuk mencerdaskan generasi. Adapun, beda pilihan kemarin merupakan hal biasa. Siapa pun pemimpin terpilih itulah keinginan masyarakat. Bupati dan Wakil Bupati Bima terpilih adalah pemimpin masyarakat Bima bukan pemimpin segelintir orang.

Selain turun di UPT Dinas Dikpora, Ahmad juga turun menyerap aspirasi di Kelompok Usaha Bersama (KUBe). Yakni Kube Family dan Sama Weki di Desa Sangga Kecamatan Lambu. Dua KUBe itu merupakan binaannya, sehingga turun untuk mengontrol dan mengevaluasi sejauhmana perkembangan kemajuannya.

“Hasil yang dicapai lewat KUBe tenun itu sangat baik dan membantu anggota kelompok. Hanya saja, mereka berharap ada peningkatan dana stimulan yang diberikan pemerintah,” terangnya.

Mengingat prospek KUBe Family cukup bagus, Ahmad sangat mendukung adanya peningkatan dana stimulan dari pemerintah. Sebab bantuan yang diterima selama ini hanya Rp 5 juta per tahun. Sementara jumlah anggota KUBe ada 30 orang.

Aspirasi lain yang diserap, yakni hotmiks jalan di Desa Hidirasa Kecamatan Lambu. Jalan itu telah direncanakan sejak Tahun 2011, tetapi belum juga dikerjakan karena selalu tertunda terus. Panjangnya sekitar 5 kilometer. Baru dikerjakan hanya sekitar 800 meter.

Kemudian, pembangunan jembatan Sumi Kecamatan Lambu. Kondisi jembatan saat ini rusak parah dan tidak bisa dilalui. “Masyarakat berharap, pemerintah segera memberikan perhatian di Tahun 2016 nanti,” pungkasnya.

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *