Warga Kolo Minta Pelatihan Olah Hasil Tangkap Ikan

Kota Bima, Kahaba.- Reses terakhir Anggota DPRD Kota Bima Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Kecamatan Asakota dipilih di Kelurahan Kolo. Sejumlah aspirasi disampaikan dan dijaring oleh limka orang wakil Rakyat mereka untuk diperjuangkan.

Reses Anggota DPRD Kota Bima Dapil 1 di Kolo. Foto: Bin

Reses Anggota DPRD Kota Bima Dapil 1 di Kolo. Foto: Bin

Hadir dalam kegiatan tersebut, lima orang Anggota DPRD Kota Bima di Dapil 1 masing – masing HM. Nor, H. Sidra, Walid, Hj. Rini Angagriani dan Jaidin H. Ishaka.

HM. Nor ytang ditunjuk menjadi pembicara dalam kegiatan itu menjelaskan, Reses merupakan agenda rutin yang dilaksanakan Dewan setiap tahun. Dalam setahun, sesuai dengan jadwal, DPRD Kota Bima mengagendakan Reses dilaksanakan tiga kali.

“Ini agenda Reses pada masa sidang terakhir atau ketiga. Dan pada hari terakhir ini, kami memilih Kolo,” ujarnya.

Melalui agenda rutin tersebut, ia berharap warga bisa menyampaikan semua aspirasi dan kebutuhan yang menyangkut kepentingan umum, untuk bisa diperjuangkan dan direalisasikan.

“Sebagai anggota dewan, sudah menjadi tugas kami untuk memperjuangkan aspirasi warga. Kendati tidak semua harus direalisasikan, tapi yang pasti kebutuhan yang bersifat penting tetap akan dituangkan dalam program pemerintah,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, warga yang menyampaikan sejumlah aspirasi. Diantaranya, seperti pembukaan jalan Kolo-Wera, pemberdayaan masyarakat melalui Kelompok Usaha Bersama (KUBe), perpustakaan Marawis guna menambah pengetahuan agama. karamba apung dan yang paling mengemuka yakni meminta pelatihan terkait pemanfaatan pengelolaan hasil tangkap ikan agar mempunyai nilai ekonomis.

Keinginan warga tersebut dijanjikan HM. Nor akan diperjuangkan dan direalisasikan. Untuk itu ia meminta agar warga Kolo bersabar.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *