Marmer Gagal, Qurais Harus Bertanggungjawab

Kota Bima, Kahaba.- Dosen STISIP Mbojo Bima Arif Sukirman menyesalkan pernyataan Walikota Bima HM. Qurais H. Abidin yang mengatakan sakit hati dengan persoalan marmer di Oi Fo’o (Baca. Ditanya Soal Marmer, Qurais Ngaku Sakit Hati). Menurut Arif, kalimat itu tak sepantasnya dilontarkan, karena itu aib.

Arif Sukirman

Arif Sukirman

“Qurais sakit hati tandanya dia gagal membawa Marmer yang dulu selalu diganung-gaungkan akan membawa kesejahteraan bagi rakyat Kota Bima,” sorot Arif.

Dirinya pun meminta kepada Pemerintah Kota Bima agar tidak mencari kambing hitam terkait persoalan Marmer. Sebaliknya, Pemerintah Kota Bima dan HM. Qurais H. Abidin harus bertanggungjawab dan mencarikan solusinya.

Menanggapi pernyataan sakit hati ketika membahas marmer, menurut dia, tidak sepatutnya disampiakan. Sebab kalimat dimaksud tidak seharusnya dikeluarkan dan menjadi konsumsi publik.

“Kalimat itu menurut saya merupakan aib bagi Pemerintah, tidak sepantasnya dikeluarkan. Masa sakit hati dengan kegagalan sendiri. Mau salahkan siapa, mau salahkan pengusaha, atau mau salahkan masyarakat,” tanyanya.

Dia menambahkan, kegagalan membawa marmer untuk menjadi bagian yang sangat vital bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, harus segera dievaluasi.

“Kenapa harus sakit hati, ini pelajaran yang harus di evaluasi oleh Pemerintah Kota. Kalau tidak ada jalan keluarnya, jangan ambil pusing, tutup aja tambang marmer itu,” tegasnya.

*Deno

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *