Minta Pisah Dari Kumbe, Warga Oi Mbo Datangi Kantor Dewan

Kota Bima, Kahaba.- Ratusan orang warga Lingkungan Oi Mbo Kelurahan Kumbe, Selasa (29/12) mendatangi Kantor DPRD Kota Bima. Mereka meminta agar para wakil rakyat mereka segera memproses pembentukan lingkungan Oi Mbo menjadi Kelurahan sendiri, terpisah dari Kelurahan Kumbe. (Baca. Pemekaran Wilayah, Aspirasi Prioritas Warga Oi Mbo)

Warga Oi Mbo saat mendatangi Kantor DPRD Kota Bima. Foto: Bin

Warga Oi Mbo saat mendatangi Kantor DPRD Kota Bima. Foto: Bin

Permintaan tersebut bukan tanpa dasar dan alasan. Sebab selama ini, Lingkungan Oi Mbo kerap mendapat diskriminasi perhatian pembangunan. Apalagi keberadaan wilayah Oi Mbo sejak dulu telah memenuhi syarat untuk segera dimekarkan.

Ketua Komite Pembentukan Kelurahan Oi Mbo, A. Haris dihadapan anggota DPRD Kota Bima dan Asisten I Setda Kota Bima, Kepala Bappeda, Camat Rasanae Timur dan Lurah Kumbe mengatakan, pihaknya tidak berlebihan jika meminta Lingkungan Oi Mbo dimekarkan.

“Kami sangat berharap, kami warga Oi Mbo belum menikmati hasil pembangunan selama bebrapa tahun terakhir. Jadi mohon dengan hormat wilayah kami dimekarkan menjadi Kelurahan sendiri, karena ini menyangkut kesejahteraan kami,” pintanya.

Warga Oi Mbo yang lain, Ruslan juga berharap, keinginan tersebut menjadi atensi khusus Pemerintah, baik Eksekutif maupun Legislatif. Keinginan warga tersebut harus didukung, guna meratanya perhatian dan pembangunan di Kelurahan dan lingkungan dimaksud.

“Ini berdasarkan kebutuhan yang mendasar dan harus dipenuhi oleh Pemerintah, sesuai dengan amanat UU. Jadi pemekaran ini menjadi harga mati,” tegasnya.

Warga lain juga menjelaskan, ?SDM dan SDA akan diabaikan jika ada dalam lingkup yang sama besar. Keinginan warga Oi Mbo untuk mandiri, agar SDA yang ada juga bisa dikelola sendiri.

“Jujur kami juga cemburu dengan kondisi ini, diwilayah timur benar benar terabaikan. Beda dengan wilayah barat. Kami telah memberi kontribusi untuk wilayah barat, seperti mata air yang melimpah. tapi apa yang kami dapat, kami di wilayah timur hanya mendapat tempat pembuangan sampah,” sorotnya.

Sementara itu, Asisten I Setda Kota Bima M. Farid menjelaskan, pihaknya ditingkat eksekutif, sejak Maret Tahun 2015 telah menerima proposal soal rencana pemekaran tersebut. Walikota pun minta agar proposal tersebut dipelajari, kemudian pihaknya memberikan telaahan staf tentang rencana pemekaran tersebut.

“Tujuan otonomi itu melakukan pendekatan pelayanan. Pembentukan Kelurahan juga diamanatkan dalam UU dan Permendagri, guna tercapainya kesejahteraan masyarakat. Pemerintah yang mana yang tidak ingin rakyatnya sejahtera,” katanya diikuti riuh tepuk tangan warga Oi Mbo.

Namun, sambungnya, pemekaran tersebut tidak semudah membalikan telapak tangan, karena butuh proses yang panjang.

“Untuk itu, kita minta kesabaran warga Oi Mbo, pemekaran ini tetap akan menjadi atensi khusus Pemerintah. Pemerintah dan legislatif akan melakukan pengkajian bersama, untuk ditindaklanjuti. Karena masalah pemekaran juga berkaitan dengan ketersediaan anggaran dalam APBD,” tambahnya.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *