Bupati Bima Tanam Perdana Padi di Desa Rade

Kabupaten Bima, Kahaba.- Penjabat Bupati Bima H. Bachrudin melakukan tanam perdana padi pada program cetak sawah baru di wilayah Kabupaten Bima pada musim tanam Tahun 2015 – 2016 di Desa Rade Kecamatan Madapangga, Selasa (29/12).

Bupati Bima saat tanam perdana Padi di Desa Rade. Foto: Hum

Bupati Bima saat tanam perdana Padi di Desa Rade. Foto: Hum

Kegiatan tersebut turut dihadiri Pimpinan DPRD Kabupaten Bima, Kapolres Bima, Kejaksaan, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Bima, Dandim 1608 Bima, Camat Madapangga, serta Ketua dan anggota kelompok.

H. Bachrudin dalam arahannya mengatakan, tanam perdana padi pada program percetakan sawah, baru dalam rangka peningkatan produktivitas padi terus meningkat. Dengan luasnya lahan cetak sawah yang baru saja ditanam, kedepan Kabupaten Bima akan menjadi salah satu penopang lumbung pangan nasional.

“Hasil dari tanam perdana padi ini nanti juga bisa meningkatkan pendapatan petani dari hasil produksi padi, sehingga petani bisa menghasilkan padi dan beras yang berkualitas,” ujarnya melalui siaran pers yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Bima M. Chandra Kusuma.

Selanjutnya terkait dengan keterlibatan TNI pada program percetakan sawah baru, prajurit TNI selalu siap membantu masyarakat dalam meningkatkan ketahanan pangan.  Dengan memiliki tenaga yang kuat, sumber daya manusia yang cukup, jajaran TNI akan bekerja keras memberi konstribusi kepada masyarakat. Para  petani perlu didukung dengan mekanisasi, supaya biaya produksi menjadi murah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura kabupaten Bima M. Tayeb dalam laporan mengatakan, program cetak sawah baru di wilayah Kabupaten Bima menjadi salah satu program penting di Kementerian Pertanian Tahun 2012, dan semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Oleh karena itu program tersebut menjadi hal yang urgen dalam rangka merealisasikan cetak sawah baru. Sehingga dengan adanya program tersebut peran Pemerintah Provinsi dan daerah sangat diharapkan, terutama dalam rangka peningkatan pengadaan modernisasi alat pertanian.

“Selain itu, kegiatan cetak sawah baru juga harus di dukung dengan melakukan pengembangan jaringan irigasi dan menyalurkan pupuk berimbang, serta pengendalian hama terpadu melalui kegiatan sekolah lapangan pengelola tanaman terpadu,” jelasnya.

Untuk tahun 2015, diakuinya, total anggaran yang masuk ke Kabupaten Bima dari Kementerian Pertanian dan Tanaman Pangan pusat senilai Rp 157 Miliar lebih (belum termasuk bantuan alat dan mesin dari pusat). Anggaran tersebut diperuntukan bagi, cetak sawah seluas 2.178 Ha sebesar Rp 46 Miliar, pengadaan bibit bawang merah untuk 100 Ha sebesar Rp 20 Miliar dan sisanya merupakan bantuan berupa Bansos yang masuk langsung ke rekening petani untuk pengadaan benih padi, jagung, kedelai, obat – obatan dan lain – lain.

Selain itu pada tahun 2016, dana yang akan masuk ke Kabupaten Bima diperkirakan sebesar Rp 213 Miliar, untuk kegiatan cetak sawah seluas 6.000 Ha sebesar Rp 96 Miliar, pengadaan bibit bawang merah dan bawang putih sebesar Rp 53 Miliar, kegiatan pengadaan bibit padi, jagung, kedelai dan kegiatan lain yang akan menjadi bantuan sosial masuk ke rekening kelompok tani sebesar Rp 64 Miliar.

“Tidak hanya itu, dukungan melalui Pemerintah Daerah melalui APBD tahun 2015 sebesar Rp 12 Miliar, dan pada tahun 2016 sebesar Rp 12 Miliar. DAK yang diperuntukan bagi pembangunan irigasi, cek DAM, jalan usaha tani dan perpipaan tahun 2015 sebesar Rp 25 Miliar,” sebutnya.

*Bin/Hum

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *