Warga Oi Bura Apresiasi Program Lakpesdam NU

Kabupaten Bima, Kahaba.- Meski baru setahun berjalan, Program Peduli Lembaga Pengembangan Swadaya Masyarakat (Lakpesdam) NU Kabupaten Bima sangat dirasakan manfaatnya bagi warga Desa Oi Bura Kecamatan Tambora. Mereka mengapresiasi berbagai program yang dilaksanakan, karena menyentuh langsung kebutuhan warga selama ini.

Diskusi Perubahan Program Lakpesdam NU Bima Peduli di Oi Bura. Foto: Ady

Diskusi Perubahan Program Lakpesdam NU Bima Peduli di Oi Bura. Foto: Ady

Diantaranya, program pelayanan identitas kependudukan, pelayanan kesehatan gratis, festival budaya, pelatihan kader damai, pelatihan guide wisata, dan pelatihan pencegahan konflik. Semua program tersebut mengangkat tema inklusi sosial di Desa Oi Bura.

“Program Lakpesdam sangat membantu sekali warga Oi Bura dan hadir disaat yang tepat. Bayangkan saja, sebagian besar warga kami hidup tanpa identitas kependudukan sejak puluhan tahun lalu,” kata warga Oi Bura, Heri saat diskusi perubahan dengan Lakpesdam NU Bima di Aula Uma Na’e, kemarin.

Namun kata dia, saat masuknya program pelayanan identitas kependudukan dari Dinas Dukcapil Kabupaten Bima bekerjasama dengan Lakpesdam NU, hampir semua warga Oi Bura sudah memiliki identitas. Terutama Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), Akta Kelahiran dan Buku Nikah.

Begitu juga dengan kegiatan festival budaya, pelatihan kader damai dan pelatihan pencegahan konflik. Menurut Amir, warga Oi Bura lainnya, kegiatan ini berhasil menghapus kesejangan dan kerenggangan hubungan antar warga multi etnis di Oi Bura.

“Dulu kita kurang sekali bertegur sapa, saling membaur dan mengenal etnis lain meski satu desa. Sekarang kami merasa sudah seperti saudara dan saling membantu bila ada kegiatan,” akunya.

Hal senada disampaikan Ayatullah, Tokoh Pemuda Oi Bura. Ia mengaku, telah banyak perubahan positif yang terjadi di desanya sejak program inklusi sosial Lakpesdam NU Bima masuk.

“Kami berharap, program positif lainnya terus dilanjutkan dan tidak hanya dilaksanakan setahun. Masyarakat di Oi Bura masih sangat membutuhkan dorongan dari berbagai ketertinggalan,” ujarnya.

Diskusi perubahan (Theory Of Change) digelar selama tiga hari. Mulai 28 Desember hingga 30 Desember 2015. Melibatkan tokoh pemuda, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tim program dan kader damai Lereng Tambora sebagai peserta. Dipandu perwakilan PP Lakpesdam NU dan lembaga mitra anggaran The Asia Foundation (TAF).

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *