Pantai Kalaki Dipenuhi Tumpukan Sampah

Kabupaten Bima, Kahaba.- Pantai Kalaki masih menjadi pilihan favorit masyarakat untuk mengisi waktu liburan tahun baru 2016. Selama dua hari terakhir, pantai yang berlokasi di Lingkungan Kalaki Desa Palibelo ini selalu dipadati pengunjung.

Tumpukan sampah di pantai Kalaki. Foto: Ady

Tumpukan sampah di pantai Kalaki. Foto: Ady

Hanya saja, pemandangan tak mengenakan membuat para pengunjung tidak nyaman. Tumpukan sampah menghiasi sepanjang bibir pantai. Mulai dari sampah plastik, bongkahan kayu, sampah rumah tangga hingga sampah sisa makanan.

Pemandangan itu terkesan dibiarkan tanpa adanya perhatian dari pemerintah. Padahal, Pantai Kalaki masuk dalam daftar promosi obyek wisata Pemerintah Kabupaten Bima.

“Sebenarnya sangat tidak nyaman dengan kondisi sampah di Pantai Kalaki. Tapi, hanya disini lokasi wisata strategis yang mudah dijangkau masyarakat,” kata Habibi, salah seorang pengunjung, Sabtu (2/1) pagi.

Pemuda asal Kecamatan Donggo ini mengaku, setiap hari libur hari raya dan tahun baru tetap rutin bersama keluarga berkunjung ke Pantai Kalaki. Selain mudah dijangkau, lokasi Pantai Kalaki menyuguhkan pemandangan yang indah. Di sisi kiri jalan ada pemandangan gunung dan sisi kanan ada hamparan pantai dan laut.

“Pantai Kalaki juga berada di jalan utama sehingga mudah dilalui dan disini banyak penjual karena dekat pemukiman warga,” kata dia.

Hanya saja, Habibi menyayangkan minimnya perhatian pemerintah untuk mengelola Pantai Kalaki. Sebab buktinya, sampah di sepanjang pantai sudah berserakan dan mengeluarkan bau busuk tetapi tidak dibersihkan.

“Sangat tidak nyaman. Kita di pinggir pantai bakar-bakar ayam, tetapi di sekitar banyak sampah. Mau makan pun jadi risih,” kata Linda, pengunjung lainnya.

Dia berharap, pemerintah tidak tutup mata dengan kondisi Pantai Kalaki. Tetapi segera mengambil sikap untuk mengelola dengan baik. Begitu juga dengan keberadaan wahana dan fasilitas pemandian bisa difungsikan agar bisa menarik banyak wisatawan.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *