Proyek Drainase Primer di Tanjung Belum Berfungsi

Kota Bima, Kahaba.- Meski sudah rampung, proyek pembangunan sistem drainase primer di Kelurahan Tanjung Kota Bima saat ini belum berfungsi dengan baik. Berdasarkan informasi dari papan proyek, pembangunan itu memakan anggaran senilai Rp 6,8 Miliar lebih dari Kementerian Pekerjaan Umum melalui Dirjen Cipta Karya.

Proyek drainase primer di Tanjung yang belum berfungsi. Foto: Ady

Proyek drainase primer di Tanjung yang belum berfungsi. Foto: Ady

Persoalan ini dikeluhkan masyarakat Kelurahan Tanjung sebagai penerima manfaat langsung dari pembangunan bernilai fantastis tersebut. Masyarakat kemudian menyampaikan kepada Anggota DPRD Kota Bima saat turun meninjau proyek Kali Romo beberapa hari lalu.

“Kami mendapatkan laporan langsung dari masyarakat Tanjung bahwa Pompa dan penampungan air itu tidak berfungsi,” kata Anggota DPRD Kota Bima, Dedi Mawardi kepada Kahaba.net, pagi tadi.

Menurut laporan masyarakat jelas dia, air masih saja meluap ke pemukiman warga ketika bak penampung air penuh. Padahal, tujuan pembangunan drainase primer itu adalah untuk menampung luapan air dari sungai dan membuangnya ke laut menggunakan pompa otomatis.

Untuk mengetahui lebih jelas, kenapa pompa air tidak berfungsi pihaknya mengagendakan pemanggilan terhadap Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bima selaku SKPD tehnis.

“Karena proyek itu dari pusat menggunakan APBN, kita tidak tahu persis bagaimana tehnisnya. Untuk itu, kita akan panggil Dinas PU dalam waktu dekat guna meminta penjelasan,” ujarnya di Kantor DPRD setempat.

Duta Partai Hanura ini menambahkan, bila memang ada kendala yang menyebabkan pompa pembuangan air tidak berfungsi, pihaknya akan menyarankan untuk segera diperbaiki. Sehingga manfaat dari pembangunan drainase primer yang dikerjakan PT Galih Medan Persada itu dirasakan oleh masyarakat.

Hasil pantauan wartawan di lokasi, pembangunan drainase primer itu terletak di belakang Masjid Tanjung tepat di muara sungai. Luas bak penampung air cukup besar. Air dari sungai langsung di tampung di bak tersebut.

Di ujung barat, terlihat ada pipa besar dari besi yang terhubung ke dalam bangunan berisi ruang mesin dan tersambung ke bak air. Sejumlah material bangunan masih tersimpan. Begitu juga papan proyek masih terpampang, mengisyaratkan proyek tersebut masih berlanjut.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *