Kontes Waria Diharapkan Tidak Terulang

Kota Bima, Kahaba.- Anggota DPRD Kota Bima, Anwar Arman berharap hiburan bertajuk kontes waria tidak terulang kembali di Kota Bima meski dalam bentuk apapun. Sebab dianggap merusak citra dan menciderai masyarakat Bima yang masih menjunjung tinggi nilai Islam. (Baca. Kontes Waria Malam Tahun Baru Dibubar Paksa)

Ketua Komisi I DPRD Kota Bima, Anwar Arman, SE. Foto: Bin

Ketua Komisi I DPRD Kota Bima, Anwar Arman, SE. Foto: Bin

“Wajar ada reaksi masyarakat untuk membubarkan. Jangan melegalkan dan jangan memberikan ruang bagi mereka karena memang tidak layak karena akan mempengaruhi generasi,” kata Duta PKS ini ditemui ruang kerjanya, kemarin. (Baca. Lurah Sarae Klarifikasi Berita Kontes Waria Malam Tahun Baru)

Anwar meminta, Pemerintah Kelurahan dan masyarakat bisa lebih protektif terhadap persoalan di lingkungan masing-masing. Lebih intensif mengawasi setiap kegiatan di masyarakat dan tidak memberikan ijin terhadap kontes waria seperti itu. Karena Bima masih menjunjung tinggi harkat, martabat, budaya ketimuran serta dijuluki serambi mekah.

“Jangan mau terhibur dengan hal-hal yang membawa dampak negatif dan merusak citra Bima seperti itu. Waria itu apa, masa eksistensi mereka harus dilegalkan dan dipertahankan. Harusnya tidak boleh ada karena tidak layak,” ujar Ketua Komisi I ini.

Eksistensi waria lanjutnya, lebih mengarah pada hal negatif karena perubahan prilaku mereka dibuat-buat. Dalam Islam batas antara laki-laki dan perempuan jelas, tidak ada pertengahan. Islam juga sangat tegas terhadap kelompok seperti yang suka sesama jenis seperti ini.

Kisah pada zaman Nabi Luth terangnya, cukup menjadi pembelajaran bagi umat Islam. Bagaimana turunnya azab karena kelompok sejenis semakin berkembang dan merusak tatanan kehidupan masyarakat kala itu.

“Ini sudah dua kali terjadi. Pemerintah sampai tingkat kelurahan harus ekstra memantau dan mengawasi. Mudah-mudahan ini tidak terulang lagi,” harapnya.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *