Bandara Siaga Satu, Aparat Pukul Mundur Mahasiswa

Bima, Kahaba. Pasca bentrokan massa demonstran penentang kenaikan harga Bahan bakar Minyak (BBM) dengan aparat kepolisian Kamis siang ini (29/3), aktivitas pelayanan transportasi udara di Bandar Udara Sultan Salahuddin Bima terbilang lancar. Walaupun pihak keamanan belum beranjak dari lokasi, kondisi bandara berangsur-angsur kondusif.

Salah seorang demonstran yang diamankan aparat /foto: BK

Pihak pengelola Bandar Udara Sultan Salahuddin Bima dalam hal ini PT. (persero) Angkasa Pura yang diwakili oleh Kasubsi Keamanan Penerbangan, Sayyid Segaf Al-Gandri mengakui setelah mendengar adanya rencana aksi demonstran penolak kenaikan harga BBM yang ingin memboikot bandara, pihaknya meminta kepada seluruh karyawan dan pegawai untuk siaga satu. Tidak hanya itu pihaknya juga meminta bantuan aparat keamanan Polri dan TNI untuk mengamankan objek vital negara ini. Lanjutnya, Aktivitas di dalam areal bandara menurutnya sejauh ini berlangsung lancar seperti biasa, pesawat bisa mendarat dan terbang dengan tanpa hambatan yang berarti.

Sejauh pandangan pewarta kahaba.net di lokasi memang sudah berangsur normal, arus lalu lintas jalan di depan bandara juga sudah mulai dilalui pengguna jalan kendati harus menurunkan kecepatannya untuk menghidari batu-batu dan benda keras lainnya bekas bentrokan sejam yang lalu yang banyak berhamburan di tengah jalan. Banyak pengendara juga memilih berhenti sejenak di sekitar areal bentrokan untuk melihat secara langsung bekas-bekas perlawanan mahasiswa demonstran terhadap polisi yang melakukan tindak represi. Penjagaan kemanan masih terlihat mendominasi areal depan Bandara, ratusan personil Polisi dan TNI terlihat bersiaga bersama kendaraan taktis anti huru-hara.

Seperti yang kami laporkan sebelumnya, massa gabungan dari berbagai elemen seperti LMND, PMI, HMI, SMI, BEM STKIP Taman Siswa, dan Front Pemuda dan Mahasiswa Samili siang ini (29/3) menggelar aksi bersama di depan Bandara Sultan Salahuddin Bima dan berencana akan mendudukinya. Rencana pendudukan objek vital negara ini mendapatkan perlawanan dari aparat keamanan hingga berujung bentrokan.

Massa aksi sendiri telah mundur sampai ke depan kampus STKIP Taman Siswa dan sekitar perempatan Talabiu untuk berkonsolidasi. Puluhan diantara mereka dikabarkan terluka dan diamankan oleh polisi, bahkan salah satu demonstran mengalami luka tembak hingga harus mendapatkan tindakan medis. [BQ/BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *