Korban Pembacokan, Rhoma Irama Meninggal Dunia

Kota Bima, Kahaba.- Rhoma Irama, mahasiswa STKIP yang dibacok oleh mahasiswa setempat akhirnya menghembuskan nafasnya yang terakhir di RSUD Bima, Rabu (6/1). Suasana duka menyelimuti di depan ruangan Operasi dan halaman RSUD Bima. (Baca. Dibacok, Rhoma Irama Kritis)

TKP pembacokan Rhoma Irama di Kampus STKIP Bima. Foto: Deno

TKP pembacokan Rhoma Irama di Kampus STKIP Bima. Foto: Deno

Setelah menjalani Operasi atas luka serius yang dialaminya dibagian Kepala, mahasiswa yang biasa disapa Oman itu meninggal dunia sekitar pukul 17.30 Wita.

Oman menjalani operasi setelah dibacok di kampusnya, setelah mengikuti Ujian Semester. Pembacokan mahasiswa asal Desa Renda itu, hanya karena masalah sepele.

Keluarga dan kerabat korban hingga kini belum bisa dimintai keterangan terkait musibah tersebut.

*Deno

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. Tak pernah merasa puaskah kita .. Allah telah memberikan hati dan pikiran kita untk berpikir lebih baik sebelum melakukan segala perbuatan.. Ingat hidup untk mati_ namun siapkah kita menerima ganjaran di hadapan Allah_ sudahkah engkau membawa ole2 yg baik untk Allah_ _ so. Aku aryans salam damai rasa mbojoku tercinta.. Ketahuilah hanya orang2 bodoh yg melakukan itu hal tersbt ,,

  2. Kalo boleh tau…makan apa….. sie yang mbacok itu masih nasi dja udah belagu…
    Woy pelaku kriminal…loe udah buat angkara.
    .jangan lari loe kampret…gitu loe bilang gentle….hech…
    Banci loe itu tau ngga…pngen ngajak reseh…masuk wilayah gua..kota bumi lampura.
    Cari gua…

  3. salam bima damai, masalah seperti bukan yang pertama kali trjadi di bima baik di kabupaten maupun di kota , kita semua adalah warga bima cuma sangant di sayangkan bagi masyarakat yang tidak tahu apa2, karena perbuatan satu dua orang aja menjadi satu kabupaten yang bergejolak, tidak ada bedanya kota dengan kabupaten, di mata indonesia tetap bima, jadi mohon kepada masyarakat janganlah terpengaruh dengan provokasi yang yang mengakibatkan diri kita sendiri akan rugi. saya sebagai perantau malu mendengar berita seperti ini, karena hanya masalah sedikit, dan biarlah hukum yang menjalankan itu semua, tidak ada yangbisa kita buat untuk yang mati hanya berdoa aja sudah cukup, tetapi kalua harapan kita yang pelaku harus di hukum sperti itu, berapa orang lagi yang akan menjadi pelaku seperti itu semua, mudah2an bima itu aman dan tentram……………….

  4. lusi

    berapa dosen yang dipukul oleh korban? berapa mahasiswavyang dipukul oleh korban. seandainya panah dan senpi yang selalu dibawa dan dipake utk mengancam teman trman mahasiswanya maupun dosenya bisa bicara mereka akan mengiyakan bagaimana tindakan korban semasa hidupnya. lihat aja tuch kuku kayak gitu. gimana kalau jadi guru. jadi ini adalah sebuah hubungan sebab akibat, tentu ada penyebabnya. untuk lebih jelasnya kita do,akan bersama agarbprlaku cepat ditanhkap dan diadili, nanti dipengadilan akan terungkap apa penyebabnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *