Pasca Tewasnya Mahasiswa, STKIP Bima Dijaga Ketat

Kota Bima, Kahaba.- Pasca insiden tewasnya mahasiswa akibat dugaan penganiayaan, puluhan Aparat Kepolisian dari Polres Bima Kota disiagakan di depan Kampus Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Bima. (Baca. Dibacok, Rhoma Irama Kritis)

Ilustrasi Police Line

Ilustrasi Police Line

Berdasarkan pantauan wartawan, pengamanan berlangsung sejak, Rabu (6/1) sore hingga malam sekitar Pukul 22.30 Wita masih terlihat. Sedikitnya ada dua truk Satuan Dalmas, Satuan Patmor dan Satuan Intelkam bersenjata lengkap mengamankan sekitar lokasi kejadian. (Baca. Korban Pembacokan, Rhoma Irama Meninggal Dunia)

Sebagian di depan Kampus STKIP Bima dan sebagian lainnya di depan Kampus STISIP Mbojo Bima. Pengamanan tersebut dilakukan untuk menghindari kemungkinan gejolak antar mahasiswa pasca kejadian. Pasalnya, penganiayaan terhadap korban terjadi di dalam lingkungan kampus.

Sementara itu, suasana kampus terlihat lengang tanpa sedikit pun ada aktivitas mahasiswa. Padahal biasanya, meski malam hari pasti ada mahasiswa yang di beraktivitas di dalam sekretariat organisasi dan areal kampus.

Begitu juga kondisi jalan depan kampus terlihat sepi dari lalulintas kendaraan. Meski jalan tidak diblokir, hanya sesekali kendaraan yang melintas. Informasi lainnya, pelaku penganiyaan yang diduga lebih dari satu orang saat ini masih diburu Aparat Kepolisian Resort Bima Kota.

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. yus

    ngapain di jaga,,,,nambah tugas polisi aja, namanya maha dan siswa itu sdh diatas segala2nya, mngkin saja maha jagoan juga, maha pemberani, maha sadis, maha, maha, maha dan maha, makan itu maha, bukannya kuliah kok malah berantam

  2. Itu bukan mahasiswa tapi mereka yg ikut2an jadi Mahasiswa..,mau coba2 jdi mahasiswa biar dimasyarakat asal usulnya dialah seorang yg berilmu tinggi..,hanya ingin gelar sang Mahailmu.,tapi sungguh mahahehewaaan..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *