Rhoma Tewas, Masyarakat Diminta Tidak Terprovokasi

Kabupaten Bima, Kahaba.- Semua masyarakat, terutama pihak keluarga dan kerabat Rhoma Irama diminta tidak perpancing suasana apalagi terprovokasi dengan isu-isu tidak mendasar dan menjurus ke hal negatif. Masyarakat harus percaya terhadap Aparat Kepolisian untuk menangani proses hukum kasus tersebut. (Baca. Dibacok, Rhoma Irama Kritis)

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bima M. Natsir S.Sos. Foto: Bin

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bima M. Natsir S.Sos. Foto: Bin

Demikian diingatkan Anggota DPRD Kabupaten Bima Dapil 4, M Natsir saat dihubungi wartawan, Kamis (7/1) siang via telepon seluler.

Ketua Komisi IV ini menyesalkan terjadinya peristiwa tragis tersebut. Apalagi kejadian itu berlangsung di dalam kampus yang merupakan lembaga pendidikan. Selaku Anggota Dewan Dapil 4, Natsir menyampaikan bela sungkawa dan duka mendalam atas musibah yang dialami korban. (Baca. Korban Pembacokan, Rhoma Irama Meninggal Dunia)

“Semoga keluarga yang ditinggalkan tabah menerima ujian tersebut. Apa yang terjadi tidak terlepas dari ajal. Tuhan Maha berkehendak. Pada sisi ini, kita sebagai manusia diharuskan sabar untuk menerima,” ujarnya.

Walaupun secara manusiawi kata Natsir, siapa pun tidak bisa membenarkan tindak kejahatan tersebut karena telah menghilangkan nyawa orang lain. Sebab nyawa manusia adalah hak Tuhan. (Baca. Rhoma Irama Dimakamkan, Facebooker Berduka)

“Pihak korban semoga tidak terprovokasi. Tidak perlu lagi bereaksi yang menimbulkan ekses berkibat buruk lagi bagi orang lain,” ingatnya.

Ibaratnya lanjut Duta PAN ini, ketika bagian kaki gatal tentunya tidak boleh menggaruk kepala. Artinya apa yang dilakukan pelaku, maka dia lah yang paling bertanggungjawab tidak boleh berimbas kepada orang lain. Pelaku harus dihukum setimpal sesuai perbuatannya.

“Tidak boleh ada tindakan pembalasan, apalagi kepada orang yang tidak terkait dengan persoalan. Karena itu tidak akan menyelesaikan masalah,” harapnya.

Sebagai bagian dari masyarakat Belo Selatan, dirinya berharap kepada Kepolisian agar menegakkan hukum seadil-adilnya. Secepat mungkin menangkap pelaku kalau memang belum. Dan kalau memang sudah ditangkap, maka harus diberikan hukuman yang setimpal sesuai perbuatannya.

“Sekali lagi kami berharap masyarakat bisa tetap menjaga situasi yang kondusif, aman dan tidak terprovokasi isu-isu tidak berdasar. Kita serahkan semuanya kepada aparat Kepolisian sebagai lembaga berwenang menangani proses hukum,” himbaunya.

Natsir menambahkan, sebagai bahan evaluasi Ia menyarankan kepada pihak Kampus STKIP Bima agar ke depan memikirkan kembali sistem pengamanan kampus. Sehingga ketika terjadi persoalan, bisa diambil langkah pencegahan dengan cepat.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *