Dinsos Ragukan Data KPAI Tentang Pelaku Asusila

Kota Bima, Kahaba.- Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja dan Transmigrasi (dinsosnakertrans) Kota bima meragukan lansiran data KPAI yang menyebutkan 5.600 pelaku prostitusi terdeteksi di Kota Bima. Dirinya mengungkapkan data tersebut sangat bertolak belakang dengan data hasil operasi penertiban praktek prostitusi dan asusila yang dilakukan oleh pihak Polres Bima Kota sepanjang tahun 2011. Untuk itu Dinas Sosial tengah mengupayakan berkoordinasi dengan KPAI berkaitan dengan perolehan data tersebut.

ilustrasi lelaki hidung belang

ilustrasi

Ditemui di kantornya Senin (18/6), Kadis Sosnakertrans Drs. Muhtar Landa mengungkapkan data temuan Komisi Pemberantasan Aids Indonesia (KPAI) itu perlu ditelusuri sejauh mana relevansinya dengan gambaran sesungguhnya yang terjadi di lapangan. Apalagi menurutnya jumlah itu terkesan tidak realistis jika dilihat dari gambaran masyarakat Bima secara umum yang kesehariannya masih kuat memegang akar budaya dan norma agama. Jumlah itu, masih menurut Muhtar, juga terlihat timpang jika dibandingkan dengan total penduduk Kota Bima berdasarkan sensus penduduk tahun 2010 berjumlah 142.443 jiwa yang terdiri dari 69.8411 jiwa laki-laki dan 72.602 jiwa perempuan.

Ketika ditanyakan mengenai data yang dipegang oleh Dinas Sosial berkaitan dengan persebaran pelaku prostitusi, Muhtar mengakui tidak memegang data itu. Menurutnya selama ini datanya hanya bersumber dari hasil operasi penertiban dari pihak keamanan seperti Polres Bima Kota dan Satpol PP, itupun merupakan data tahun 2011 yang menyebutkan jumlah jumlah pelaku asusila/prostitusi hanya sebanyak 11 orang saja. Ditambahkannya, dalam waktu dekat pihaknya akan mempertanyakan hal ini kepada sumber data yaitu KPAI untuk mendapatkan gambaran yang jelas mengenai klaim status negatif  kota Bima tersebut.

KPAI dalam acara roadshow Advokasi HIV dan AIDS Kota Bima dengan Tim KPAP Propinsi NTB di aula kantor Pemkot Bima, Rabu (13/6) melansir data jumlah Penjaja Seks Komersial (PSK) di Kota Bima mencapai angka spektakuler yaitu sebanyak 2600 orang. Yang paling banyak adalah jumlah pelanggan PSK sebanyak 5.600 orang, terdiri dari laki-laki yang sudah beristri sebanyak 2.726 orang, sisanya yang masih berstatus bujang. [BS]

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *