Komisi II: Air Minum 55 Sudah tidak ada Persoalan

Kota Bima, Kahaba.- Setelah disorot Komisi III DPRD Kota Bima tentang air mineral dalam kemasan milik perusahaan 55 yang tidak memenuhi standar, kali ini Komisi II DPRD Kota Bima justeru memberikan pernyataan berbeda. Menurut Komisi II, air minum 55 tidak ada persoalan dan sudah sesuai ketentuan. (Baca. Hasil Cek Dewan, Air Minum 55 tidak Penuhi Standar)

Anggota DPRD Kota Bima M. Nor. Foto: Bin

Anggota DPRD Kota Bima M. Noor. Foto: Bin

Ketua Komisi II DPRD Kota Bima M. Noor, meski Komisi III memiliki kewenangan pada bidang infrastruktur, Komisi II juga memiliki kewenangan pada sisi Perusahaan dan lingkungannya. Jadi, dilihat dari sisi perusahaan dan lingkungannya, aktifitas perusahaan tersebut sudah tidak ada persoalan. (Baca. Sumber Air 55, Pernyataan BLH dan Sekda Berbeda)

“Memang pada awal keberadaan air mineral 55 mendapat protes dari warga sekitar. Setelah kami panggil Dinas terkait seperti BLH, Dinas PU dan Pertambangan, Dinas Tata Kota dan Perumahan, dan warga yang memprotes serta pihak perusahaan, tidak ada persoalan,” ujarnya, Sabtu (9/1) di kediamannya.

M. Noor yang saat itu didampingi Anggota Komisi II H. Armansyah dan Anggota Komisi III Syamsurih menjelaskan, pertemuan waktu itu melahirkan rekomendasi secara kelembagaan, yang juga sudah dilaporkan ke Ketua DPRD Kota Bima.

Rekomendasi tersebut juga lahir berdasarkan hasil klarifikasi lapangan, baik kepada perusahaan dan warga, kemudian data – data laporan perusahaan tersebut juga sudah diminta untuk dilengkapi, dan semuanya sudah lengkap.

“Isi rekomendasi tersebut, perusahaan menyanggupi tuntutan warga yakni memberikan kontribusi nyata bagi warga sekitar. Kemudian dilakukan pengeboran, dan dibuatkan bak besar terbuka untuk menampung air serta keran, agar bisa dimanfaatkan oleh semua makhluk hidup yang ada disekitar wilayah tersebut,” jelasnya.

Mengenai sorotan dari Komisi III, menurut Duta PAN itu, sorotan Ketua Komisi III itu bukan secara kelembagaan, melainkan secara pribadi. Sebab secara kelembagaan, melalui Komisi II sudah mengeluarkan rekomendasi. “Jadi saya kira tanggapan Ketua Komisi III itu secara pribadi, bukan sebagai lembaga,” tuturnya.

M. Noor juga menambahkan, masalah air minum 55 itu bukan urusan Sekda Kota Bima. Karena Sekda Kota Bima tidak memiliki kapasitas untuk berkomentar dan memberikan keterangan.

“Direktur Air Minum 55 itu Ir. Baji Makarumpa, istrinya Sekda Kota Bima. Bukan Sekda Kota Bima yang direkturnya, jadi Sekda tidak memiliki kapasitas, dia tidak tahu menahu masalah ini. Karena bukan Sekda direktur perusahaan tersebut,” tambahnya.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. lihat sawah bagian selatan itu di aliri dari mata air mas,,, itu dari dulu….. nah kekeringan sumber air yang di manfaat oleh 55 jadi masalah…. yang utama kok bisa di buat bak air oleh 55…. lihat tuh mata air lam-lam,,, apa berani dia bak mata air yg keluar dari pohon… itu tandax milik semua masyarakat walaupun pny orang….. beda klo istri itu hak bapak sendiri…. klo mata air itu hak bersama…. aduh….. jangan asal bicara dehhh bapak itu dewan lohhhh baca atura dulu… itu BLH mungkin takut dengan SEKDA juga tuhhh makax g berani nengurrrr duhhhhhh hancur KOTA BIMA klo begini dewan kita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *