Sosialisasi Program Beasiswa Australia Awards Digelar

Kota Bima, Kahaba.- Kamis (14/1), di Paruga Nae Kota Bima digelar acara sosialisasi program beasiswa Australia Awards. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia sebagai bentuk kerjasama bidang pendidikan.

Walikota Bima dan Pimpinan DPRD Kota Bima pose bersama saat Sosialisasi program beasiswa Australia Awards. Foto: Hum

Walikota Bima dan Pimpinan DPRD Kota Bima pose bersama saat Sosialisasi program beasiswa Australia Awards. Foto: Hum

“Masyarakat NTB diharapkan mampu membangun kemitraan global dengan masyarakat dunia,” kata perwakilan dari BKD Provinsi NTB, Hasbul Wadi melalui siaran pers yang disampaikan Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Bima, Ihya Ghazali.

Ia menjelaskan, mulai tahun ini sosialisasi dilaksanakan di setiap Kota dan Kabupaten, tidak hanya diadakan di Ibukota Provinsi.

“Harapan kami, akan banyak aparatur Pemda yang mau mengajukan aplikasi untuk program beasiswa S2 dan S3 di Australia,” harapnya.

Award Cycle Senior Manager Australia Awards Scholarship (AAS) di Indonesia Fadil Baadilah juga mengatakan, para pelamar bisa mengajukan aplikasi AAS mulai tanggal 1 Februari 2016. Jika pada tahun-tahun sebelumnya ada pembatasan umur, yaitu maksimal 42 tahun untuk mengajukan aplikasi. Maka mulai tahun ini syarat tersebut sudah tidak berlaku lagi.

“Syarat utama yang dibutuhkan adalah nilai TOEFL minimal 500,00. Untuk pelamar yang belum memenuhi standar TOEFL, tim AAS menyediakan kursus Bahasa Inggris intensif,” katanya.

Penjelasan Fadil mendapat sambutan antusias dari lebih kurang 700 peserta sosialisasi yang berasal dari unsur guru serta pegawai SKPD lingkup Pemerintah Kota Bima.

Sementara itu, Walikota Bima, HM. Qurais H. Abidin dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih atas program AAS. “Saya berharap banyak guru dan kepala sekolah serta aparatur Pemkot Bima yang mendaftar dan lolos program beasiswa ini,” tuturnya.

Walikota juga mengingatkan para guru untuk memperkuat pengawasan terhadap anak didik agar tidak mudah terpengaruh aliran dan paham radikal.

*Bin/Hum

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *