Legislatif Dukung Permintaan Warga Sarae

Kota Bima, Kahaba.- Lembaga Legislatif mengaku mendukung aspirasi warga Kelurahan Sarae yang meminta Walikota Bima tidak memindahkan A Faruk menjadi Lurah Pane. Lantaran dianggap masih dibutuhkan warga Sarae untuk melanjutkan berbagai program yang telah agendakan bersama. (Baca. Minta Faruk Dikembalikan, Warga Sarae Datangi Dewan)

Anggota DPRD Kota Bima, M Irfan. Foto: Ady

Anggota DPRD Kota Bima, M Irfan. Foto: Ady

“Sebagai lembaga politik, kami tentunya ada pihak masyarakat untuk mendukung aspirasi mereka yang kami anggap positif,” kata Anggota Komisi I DPRD Kota Bima, M Irfan usai audiensi dengan sejumlah warga Sarae, Kamis (14/1) pagi.

Menurut Duta PKB ini, sikap warga Kelurahan Sarae menyegel Kantor Kelurahan dan mendatangi Kantor Pemerintah Kota Bima dinilai sebagai aksi spontanitas. Sikap itu ditunjukan sebagai ekspresi kecintaan warga terhadap A Faruk yang dianggap punya kinerja bagus selama memimpin Kelurahan Sarae.

“Saya rasa sikap warga tidak berlebihan, justeru sebaliknya. Karena melalui aksi spontanitas dan damai tersebut, warga sarae ingin menunjukkan bahwa lurah lama masih dicintai kepemimpinannya,” ujarnya.

Menindaklanjuti permintaan warga tersebut, Irfan meminta Walikota Bima mempertimbangkan kembali keputusan yang pemindahan A Faruk. Tentunya melalui pandangan luas, sebab ini akan mempengaruhi tatanan sosial di wilayah Kelurahan Sarae.

“Bukan berarti kebijakan Walikota Bima tidak baik. Kami paham, ada niat baik Pemerintah Kota Bima memindahkan A Faruk untuk memajukan kelurahan lain. Tapi aspirasi warga juga harus kita dengarkan,” sarannya.

Dia merasa, dengan kebijakan dan sikap arif Walikota Bima mengembalikan A Faruk, tidak akan mengurangi wibawa sebagai Kepala Daerah dimata masyarakat. Justeru akan menambah kepercayaan masyarakat, akan kepemimpinan Walikota yang arif dan bijaksana.

“Setiap kepala daerah di Indonesia, selalu menginginkan daerahnya damai dan tenteram. Untuk itu perlu dibutuhkan pemimpin yang disegani, dicintai dan dihormati oleh masyarakat dalam memimpin. Dan kasus ini kita alami pada Kelurahan Sarae,” tambahnya.

*Eric

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *