Warga Pane Diduga Terlibat Jaringan Gafatar

Kota Bima, Kahaba.- Heboh soal jaringan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) juga terjadi di Kota Bima. Seorang warga Kelurahan Pane Kecamatan Rasanae Barat Sanggar Yamin (38) juga diduga kuat telah ikut jaringan Gafatar.

Gafatar

Gafatar

Kabar Sanggar Yamin yang berdomisili di RT 10 RW 04 belakang Hotel Parewa, telah ikut aliran sesat itu ramai dibicarakan beberapa pekan terakhir. Bahkan keikutsertaan Sanggar Yamin di Gafatar telah ramai diberitakan oleh media Nasional.

Menurut Kasi Ekonomi Kelurahan Pane, Hj. Suharni membenarkan Sanggar Yamin warga Kelurahan Pane. Namun hingga saat ini yang bersangkutan berada diluar daerah dan belum kembali ke Kota Bima.

“Sanggar Yamin menikahi wanita asal Kota Cirebon sekitar tahun 2004. Sejak pernikahannya itu, kami jarang melihatnya kembali ke Kota Bima,” ujarnya, Jum’at (15/1).

Sementara itu, ayah Sanggar Yamin, Ibrahim Zakaria (85) mengaku telah mendengar informasi keterlibatan putra keduanya itu di organisasi Gafatar. Ia pun mengaku risih dan sedih mendengar kabar tersebut.

“Untuk mengecek kebenaran keterlibatan anak saya ikut Gafatar, saya coba telpon. Tapi tidak pernah di angkat sampai saat ini. Padahal HP nya selalu aktif,” katanya.

Kata dia, Sanggar Yamin merupakan anak penurut dan suka bercanda. Semenjak menikah hingga bercerai dari isterinya, Yamin tidak pernah pulang. Mereka hanya berkomunikasi melalui ponsel.

“Sebelum hilang, Yamin sempat menelpon saya, katanya ingin ke Bima dengan anaknya Kevin. Tapi hingga saat ini kabar kepulangannya tidak ada,” sebutnya.

Ia menceritakan, saat berangkat kuliah di Jogjakarta sekitar tahun 2003 dan menikah, anaknya lebih sering berkomunikasi via handphone. “Setelah menikah dia jarang kembali ke rumah. Hanya sempat berkunjung pada pertengahan tahun 2010, dan akhir Desember tahun 2014 lalu,” bebernya.

Ibrahim pun berharap, kabar tentang keterlibatan putranya di Gafatar hanya isu. Jika pun benar terjadi, dirinya berharap agar anaknya tidak terpengaruh akan ajaran yang keluar dari ajaran Islam.

“Segeralah pulang, kami sekeluarga masih menunggumu. Karena tempat tinggalmu disini,” katanya dengan mata berkaca.

*Eric

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *