Soal-Kunci Jawaban Sekdes Dijual Hingga Rp40 Juta?

Kabupaten Bima, Kahaba.- Lembaga Legislatif Kabupaten Bima mencium adanya kebocoran soal terhadap sebagian desa yang telah melaksanakan seleksi Sekretaris Desa (Sekdes) dan Kaur. Tak hanya itu, ada indikasi transaksi jual-beli soal dan kunci jawaban untuk memperebutkan posisi Sekdes dan Kaur. (Baca. Peserta Tes Sekdes dan Kaur Minta Ujian Ulang)

Ketua Komisi I, Sulaiman MT saat menunjukan laporan aduan tertulis seleksi Sekdes dan Kaur 7 Desa di Kecamatan Sape. Foto: Ady

Ketua Komisi I, Sulaiman MT saat menunjukan laporan aduan tertulis seleksi Sekdes dan Kaur 7 Desa di Kecamatan Sape. Foto: Ady

“Nilainya berkisar Rp30 hingga Rp40 juta satu soal dan jawaban,” ungkap Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bima, Sulaiman MT usai menerima pengaduan masyarakat Sape, Selasa (19/1) pagi. (Baca. Seleksi 7 Desa Bermasalah, BPMDes Akan Dipanggil)

Tudingan itu kata Duta Partai Gerindra ini berdasarkan informasi yang diterima Anggota Dewan. Pihaknya bahkan dari awal sudah menduga, ada indikasi jual-beli soal dan jawaban oleh oknum tertentu.

“Jelas ada kebocoran soal dan jawaban kalau ada transaksi tersebut. Tidak mungkin orang berani menyerahkan sejumlah uang kalau tidak ada timbal-balik,” bebernya. (Baca. BPMDes Akui Ada Kekeliruan Kunci Jawaban)

Namun Sulaiman menegaskan, informasi tersebut baru bersifat dugaan. Baru akan diketahui setelah ada investigasi dan proses klarifikasi Komisi I dengan BPMDes Kabupaten Bima.

“Kalau melihat dari substansi persoalan dan dibenarkan BPMDes, maka sudah dipastikan hasil seleksi juga cacat hukum. Dan besar kemungkinan desa lain yang sudah juga seperti itu,” ujarnya.

Mantan Advokat ini menambahkan, hasil koordinasi Komisi I dengan BPMDes pekan lalu, saat ini sudah ada 106 desa yang sudah melaksanakan seleksi Sekdes dan 112 Desa untuk seleksi Kaur dari 191 desa di Kabupaten Bima. Artinya, tinggal sebagian kecil desa yang belum melaksanakan seleksi.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *