Gafatar Tidak Ada di Kota Bima

Kota Bima, Kahaba.- Pemerintah Kota Bima memastikan organisasi terlarang, Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) tidak terdaftar dan tidak pernah mendaftarkan diri secara resmi. Begitu pun dengan aktivitas organisasi Pimpinan Mahful Muis Tumanurung ini tidak pernah ada di Kota Bima.

Gafatar

Gafatar

“Ormas dan LSM yang terdaftar sebanyak 36 sejak Tahun 2014 lalu. Tidak ada Gafatar di dalamnya karena organisasi ini tidak pernah mendaftar,” jelas Kabid Pengembangan Politik, Fasilitasi Orpol, Ormas dan Pemilu Badan Kesbangpol Kota Bima, Sudarmin, Selasa (19/1) pagi.

Namun, Sudarmin tak mengetahui ada informasi warga Kota Bima asal Pane yang diindikasi hilang dan bergabung dengan Gafatar (Baca. Warga Pane Diduga Terlibat Jaringan Gafatar). Informasi itu luput dari pantauan Badan Kesbangpol lantaran tidak intensif mengawasi Gafatar.

“Kalau memang ada informasi ada warga hilang, kita akan segera turun dan melacak,” terangnya.

Hingga saat ini diakuinya, belum ada instruksi dari Pemerintah Pusat untuk secara khusus mengawasi Gafatar. Meski demikian, koordinasi tetap dilakukan untuk mengetahui sejauhmana bahaya organisasi ini bagi masyarakat.

Menurutnya, semua organisasi baik dalam bentuk Ormas, Orsos, Orpol maupun LSM wajib mendaftarkan diri di Badan Kesbangpol kendati kepengurusannya hingga nasional. (Baca. 5 Poin Sikap Umat Islam Bima Soal Gafatar dan Bom Sarinah)

“Apabila organisasi tidak mendaftarkan diri di Badan Kesbangpol, maka tentu kita tidak bisa mengawasi dengan maksimal,” ujarnya.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *