Sumber Mas Bikin Macet Lagi, Kinerja Dishub Dikritik

Kota Bima, Kahaba.- Aktivitas bongkar muat barang di Toko Sumber Mas kembali menuai sorotan masyarakat. Pasalnya, kemacetan panjang hampir setiap hari terjadi di Jalan Sultan Kaharudin, terutama ketika lalulintas kendaraan padat pada sore hari. Namun, meski sudah kerap dikeluhkan tetapi tidak ada tindakan berarti dari Dishubkominfo selaku SKPD tehnis.

Macet di depan toko Sumber Mas. Foto: Ady

Macet di depan toko Sumber Mas. Foto: Ady

Kritikan itu disampaikan sejumlah massa yang tergabung dalam Partai Rakyat Demoraktik (PRD) saat menggelar aksi di depan Kantor Dishubkominfo Kota Bima, Rabu (20/1).

Menurut Koordinator Lapangan (Korlap), A Rafik, aktivitas bongkar muat di depan Toko Sumber Mas dan Toko Terima Kasih sangat menggangu pengguna jalan. Sebab kendaraan operasional toko selalu menggunakan sebagian besar ruas jalan. Akibatnya, kemacetan panjang hampir setiap hari tidak dapat dihindari.

“Masyarakat sering mengeluh ketika melewati jalan Sultan Kaharudin dan Sultan Salahudin, karena sering macet karena parkir kendaraan seperti pick up, truck hingga fuso diparkit tidak beraturan,” sorot A Rafik.

Keluhan masyarakat dan pengguna jalan ini kata dia, sudah sejak lama dilaporkan ke Dishubkominfo. Sayangnya, tidak ada tindakan tegas dan pemberian sanksi terhadap pemilik toko.

“Kami menduga petugas Dishubkominfo tidak becus bekerja, sehingga bongkar muat masih terus berlangsung. Kasihan pengguna jalan lain menjadi korban,” ujarnya.

Pantauan wartawan Kahaba.net, massa aksi meminta Kepala Dishubkominfo untuk menerima massa aksi untuk beraudensi. Namun hingga akhir demonstrasi, massa PRD tidak diterima.

Sementara itu Kepala Dishubkominfo Kota Bima, H Syahrullah yang berusaha dikonfirmasi tidak berhasil ditemui masih sibuk.

“Maaf, bapak kepala masih ada tamu belum bisa diganggu,” ujar Staf Dishubkominfo.

*Eric

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *