Dewan Ajukan Perda Inisiatif Bank Sampah

Kota Bima, Kahaba.- Tahun ini, Badan Legislasi (Baleg) DPRD Kota Bima mengajukan Peraturan Daerah (Perda) inisiatif Bank Sampah untuk Kota Bima. Keinginan untuk membuat Perda Bank Sampah dilatarbelakngi persoalan sampah yang di Kota Bima yang sudah terbilang parah.

Anggota DPRD Kota Bima, Sudirman DJ. Foto: Bin

Anggota DPRD Kota Bima, Sudirman DJ. Foto: Bin

Ketua Baleg DPRD Kota Bima, Sudirman DJ mengaku, keinginan mengajukan Perda Inisiatif tersebut karena kondisi sampah di Kota Bima cukup parah, terutama  di sentral pasar dan perdagangan. Sampah rumah tangga juga cukup banyak.

“Atas dasar ini lah yang mendorong kami di Baleg untuk mengajukan Perda Inisitif Perda Bank Sampah di Kota Bima. Kami ingin sampah juga bisa dikelola dan memiliki nilai ekonomis,” ujarnya, Rabu (20/1).

Untuk mewujudkan keinginan itu, kata dia, pihaknya pun telah mengagendakan studi komparasi di Kota Tangerang Selatan. Karena disana, pengelolaan sampahnya sangat baik dan telah menjadi contoh bagi daerah lain.

Menurutnya, di Kota tersebut pengelolaan sampah bernilai ekonomis. Masyarakat diminta untuk membawa sampah ke Bank Sampah yang telah disediakan, selesai ditimbang dan dipisahkan yang organik dan non organik, sampah tersebut dibayar.

Demikian juga untuk PNS, saat berangkat kerja dan membawa sampah, sampah tersebut dihargakan. Pembayaran langsung masuk ke rekening PNS, hanya saja uang tidak langsung diambil. Beberapa Tahun kemudian uang bisa diambil.

“Melalui cara itu, kesadaran dan partisipasi masyarakat dan PNS tinggi tentang kebersihan sudah cukup tinggi ,” katanya.

Duta Partai Gerindra itu menambahkan, di tahun 2016 selain Perda Insiatif Bank Sampah, pihaknya juga akan mengajukan Perda Inisiatif Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Kos Kosan.

“Semua Perda Inisitif itu naskahnya sudah disusun dengan tim di Perguruan Tinggi, tinggal dilaksanakan,” tambahnya.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.
  1. duhhhhh mungkin kampung anda udah jadi banyak sampah ya…. pindah ke are elit donx……… klo sampah sulit mas…… klo sampah masyarakat yang banyak…… apalag semua kepala,kabid,kasubid dinas kebersihan udah di sapu bersih mutasi……. ha…. klo itu baru tempat sampah he…………………………………..

  2. Benk_benk

    Lahh..bukannya tahun kmren, eksekutif udah studi ke jogja ttg pengelolaan sampah ini pa’de…??
    Ato jgn2 legislatif mw traveling atas nama studi banding nih…hehe…nanggung pa’de..singapore tuh sekalian…
    Knp yaa solusi pertamax mesti studi banding ..heeran..apa gk ada yg tau penanganan sampah di kota ini nih…berdayakan dong mereka yg punya keahlian..anggaran ini bisa kita efisien kn.
    Masalah sampah nih bkn di perda nya pak….bukankah selama ini perda seringkali hny jd penghias lemari belaka…yg urgen adalah buatlah kesadaran masyarakatnya dgn apapun bentuk pendekatn itu…entah lewat pndidikn kluarga, skolah ataupun tingkat RT/RW di tiap kelurahan…selama gk ada kesadaran masyarakat yaa gk bakalan selesai..
    Buatlah gebrakan2 seperti kampung bersih, komunitas, paguyuban ato forum semacamnya..partisipasi itu yg penting..klo klompok2 itu berhasil,berilah mereka semacam reward, bangkitkan smgat mereka..klo setiap klurahan seperti ini inshaallah bima akan bersih. Dan itu semua perlu ada ketegasan dari pembuat kebijakan…jika nggak..ya maka akan sulit untuk membuat bima bisa bebas dari sampah…

  3. la sedo

    Apa memang setiap susun Perda itu harus Studi Banding. Suruh susun yang ahlinya, lalu bahas bersama stekholder. Iti baru mantap. Lagi pula kan dah ada Perda Persampahan. Napa yang ini ga dioptimalkan dulu.. evaluasi dulu perda persampahannya napa ga jalan.

  4. MR. XXX

    Studi komparasi atau jlan2 refresing dgn akomodasi uang rakyat….??? Selama ini sy belum prnah mlihat hasil nyata dri studi2 yg prnah dilakukan DPR. jangankan bukti, bentuk pertnggungjwabañ dri hasil studi bnding atau komparasi tidak ada.
    Ayo bung sbagai wkil rakyat tnjukkn tindakan nyata anda dlm menyuarakan kebutuhn rakyat yg bnar2 urgen ntuk pningkatan ksjahteraan masyrkt..!!!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *