Pabrik Pengolahan Kayu Putih Terbesar Akan Dibangun

Kabupaten Bima, Kahaba.- Pabrik pengolahan kayu putih menjadi minyak kayu putih direncanakan akan dibangun di Kecamatan Tambora pada Tahun 2017 mendatang oleh PT Sanggar Agro Karya Persada. Kapasitas pabrik ditargetkan mencapai 600 ton minyak kayu putih dan diperkirakan akan menjadi pabrik pengolahan kayu putih terbesar di Indonesia.

Tanaman Kayu Putih yang dikelola PT Sanggar Agro di Tambora

Tanaman Kayu Putih yang dikelola PT Sanggar Agro di Tambora

“Pabrik ini akan beroperasi pada awal Tahun 2019 seiring dengan target tanam perdana di pertengahan 2016 dan panen perdana di awal 2019,” jelas Humas PT Sanggar Agro Karya Persada, Wiryono Budiman pada Kahaba.net, Kamis (21/1) siang.

Dengan keberadan pabrik tersebut kata dia, penyerapan tenaga kerja dipastikan akan banyak. Karena berbeda dengan pertambangan, tanaman kayu putih perlu perawatan secara berkala. Seperti prunning, pemupukan dan panen rutin, sehingga tenaga kerja tetap terserap selama perusahaan beroperasi.

“Saat ini saja, tenaga kerja sudah terserap sekitar 130 orang dan kami targetkan akhir tahun nanti akan mencapai 500 orang. Mereka semua merupakan warga setempat,” tuturnya.

Bahkan, demi tujuan untuk memberdayakan masyarakat pihaknya tidak membeli pupuk instan di toko dengan harga lebih murah. Melainkan membeli kotoran sapi dari Kore dan Lanci seharga Rp 4500 per karung untuk diolah manjadi kompos.. Padahal, sebenarnya kotoran sapi di daerah setempat adalah barang tidak bernilai ekonomis, tetapi sekarang bisa jadi pendapatan.

“Pada saat ini kita menjadi harapan banyak orang, karena kerap gagal panen jagung di Desa Kore, Piong, Boro dan Oi Saro akibat cuaca yang tidak menentu. Banyak karyawan kita juga adalah sarjana yang menganggur sehingga kesempatan ini memberikan peluang pekerjaan bagi mereka,” tambahnya.

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *