Pengelolaan ADD Soki Dinilai Tidak Transparan

Kabupaten Bima, Kahaba.- Pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) Soki Kecamatan Belo mendapatkan sorotan dari masyarakat setempat. Pasalnya, Pemerintah Desa dinilai tidak transparan dalam penggunaan ADD. Selain itu, proses perencanaan dan pelaksanaan program kegiatan kurang melibatkan masyarakat.

Ilustrasi

Ilustrasi

“Kami tidak pernah tahu berapa jumlah ADD, digunakan untuk apa dan bagaimana evaluasia penggunaannya,” sorot salah satu Tokoh Pemuda Desa Soki, Abdul Haris, Senin (25/1) pagi.

Haris mengaku, informasi mengenai penggunaan ADD di Soki sangat minim karena tidak ada papan informasi dan kurangnya sosialisasi. Wajar saja, banyak masyarakat tidak bisa ikut mengawasi proses pembangunan di desa. Serta mengontrol apakah penggunaan ADD sudah tepat sasaran atau tidak.

Hal senada disampaikan Pemuda Soki lainnya, Nasrudin. Sejak digelontorkan ADD Tahun 2015, Ia tidak pernah tahu bagaimana pengelolaan dana desa tersebut. Padahal, Pemerintah Pusat dan Daerah telah mengingatkan agar pengelolaan ADD harus transparan dan melibatkan semua unsur masyarakat.

“Bagaimana kita mau mengawasi, Pemerintah Desa terkesan tertutup. Tiba-tiba kita langsung melihat aktivitas pengerjaan proyek ini dan itu, tapi tidak tahu tujuan untuk apa,” ujar dia.

Seperti halnya, awal Januari ini lanjutnya, ada pembukaan Jalan Ekonomi di Desa Soki tapi tidak diketahui anggaran dari mana yang digunakan. Sebab, ADD Tahun 2015 sepengetahuannya sudah habis sedangkan ABPDes untuk Tahun 2016 belum disahkan oleh Pemerintah Kabupaten Bima.

“Kami berharap, keluhan yang disampaikan ini dijadikan evaluasi bagi Pemerintah Desa demi pembenahan ke depan bukan malah memusuhi masyarakat yang member masukan,” harapnya.

Plt Kepala Desa Soki, Murtalib yang dikonfirmasi membantah semua tudingan tersebut. Ia mengaku, setiap program kegiatan yang dijalankan selalu transparan dan melibatkan unsur masyarakat di desa. Seperti BPD, LPMD dan Tokoh Masyarakat Desa Soki. Begitu pula dengan penggunaan ADD selalu informasikan kepada masyarakat.

“Tidak benar tudingan itu. Informasi selalu kami sampaikan jika ada kegiatan bahkan melalui masjid agar masyarakat tahu,” elaknya.

Sementara soal pembukaan Jalan Ekonomi awal Januari ini, diakui Murtalib belum dilaksanakan tetapi baru rencana. Dia merasa, tudingan yang disampaikan kepadanya tidak berdasar dan dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak puas terhadap kinerjanya.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *