Monev di Bagian Ekonomi, Dewan Merasa Dilecehkan

Kota Bima, Kahaba.- Agenda Monitoring dan Evaluasi (Monev) di Bagian Ekonomi Setda Kota Bima, Selasa (26/1) membuat sejumlah anggota DPRD Kota Bima Komisi II kesal. Bagaimana tidak, kehadiran mereka justeru hanya melihat dua orang staf. Sementara jajaran Pejabat setempat tidak berada di ruangan.

Anggota DPRD Kota Bima M. Saad Djafar. Foto: Bin

Anggota DPRD Kota Bima M. Saad Djafar. Foto: Bin

“Kami semua anggota Komisi II tiba di Bagian Ekonomi sekitar pukul 11.00 Wita. Tapi kondisi ruangan sepi, hanya beberapa orang staf saja. Staf setempat bilang, Kabag Ekonomi dan jajarannya dibawah keluar,” kata Anggota Komisi II DPRD Kota Bima Sa’ad Djafar.

Mendengar ucapan staf Bagian Ekonomi tersebut, membuat anggota Komisi II geram. Karena jadwal Monev sudah diatur. Bahkan Bagian tersebut telah disurati sehari sebelumnya, untuk memberitahu adanya Monev.

“Kami berada di dalam ruangan itu sekitar 10 menit. Kami merasa dilecehkan dengan sikap pejabat dan pegawai Bagian Ekonomi tersebut,” kesalnya.

Kabag Ekonomi Setda Kota Bima, Nurjanah beralasan, pihaknya terlambat menerima surat dari Komisi II tersebut, sehingga tidak tahua da agenda Monev.

“Kami ke luar daerah untuk agenda Dinas. Sementara surat soal Monev baru diterima oleh staf sekitar pukul 09.00 Wita Selasa. Jadi saya kira ini bukan pelecehan,” ucapnya.

Menanggapi pernyataan Kabag Ekonomi, Anggota Komisi II Nazamudin mengaku alasan itu dibuat – buat. Sebab, urusan surat pemberitahuan Monev yang diterima masalah nomor dua, karena penetapan jadwal Monev dilakukan antara Pemerintah Eksekutif dan Legislatif.

“Jadi, setelah ditetapkan jadwal Monev, Kepala SKPD jangan dulu keluar daerah. Karena ini juga tugas penting yang harus dijalankan, untuk mengetahui sejauh mana kinerja SKPD dalam melaksanakan program,” tegasnya.

*Bin

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *