Tangkal Radikalisme, Ponpes Harus Diperkuat

Kota Bima, Kahaba.- Gerakan dan paham radikalisme serta isu terorisme tak bisa dihindari kerap kali menyeret institusi Pondok Pesantren (Ponpes). Beberapa kali kasus radikalisme terjadi, Ponpes dikaitkan dengan eksistensi oknum pelaku. Hal itu tak bisa dipungkiri lantaran sebagian dari oknum pelaku memang pernah menimba ilmu dari Ponpes.

Diskusi Keagamaan yang digelar Lembaga Puskab NTB di SMK Negeri 3 Kota Bima. Foto: Ady

Diskusi Keagamaan yang digelar Lembaga Puskab NTB di SMK Negeri 3 Kota Bima. Foto: Ady

Karena itu, Menurut Tokoh Ponpes Bima, HM Satur, strategi untuk menangkal pemahaman berbahaya tersebut perlu dilakukan oleh Ponpes. Diantaranya, dengan penguatan internal semua unsur dalam Ponpes. Mulai dari santri, pengajar, maupun pengasuh Ponpes.

“Pemahaman, daya kritis dan pembinaan kuat terkait dengan nilai-nilai Islam Rahmatan Lil Alamin untuk warga Ponpes mutlak dilakukan agar bisa menangkal pengaruh radikalisme,” kata HM Satur saat menjadi narasumber dalam Diskusi Keagamaan yang digelar Lembaga Puskab NTB di SMK Negeri 3 Kota Bima, Selasa (26/1) pagi.

Strategi lainnya papar dia, yakni melakukan pengawasan warga Ponpes terhadap pihak luar yang masuk dan membawa pemikiran serta gagasan radikal ke dalam Ponpes. Hal ini penting dilakukan, mengingat pemahaman radikal berpotensi disusupkan oleh pihak luar dengan berbagai cara.

“Bisa dengan mempengaruhi gagasan pemikiran warga Ponpes, infiltrasi ke dalam Ponpes melalui bahan bacaan maupun perekrutan warga Ponpes keluar untuk dijadikan jaringan,” urainya.

Strategis selanjutnya, mengintensifkan komunikasi antar Ponpes dengan saling bertukar informasi mengenai upaya menangkal gerakan radikalisme. Serta membangun komunikasi dengan Pemerintah dan pihak-pihak terkait untuk mengetahui pemetaan gerakan radikalisme yang membahayakan Ponpes.

“Dengan strategi ini, alhamdulillah selama kita bergelut dengan Ponpes bisa mengeliminir pemahaman radikalisme dan terorisme yang mengatasnamakan agama,” terangnya.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *