Komisi III Evaluasi Serapan Anggaran BPBD

Kota Bima, Kahaba.- Hari pertama jadwal Monitoring Evaluasi (Monev), Komisi III DPRD Kota Bima bertandang ke Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Selasa (26/1) pagi. Kunjungan itu merupakan agenda rutin DPRD untuk mengevaluasi program dan serapan anggaran pada masing-masing SKPD sesuai ranah komisi.

Kunjungan Monev Komisi III DPRD Kota Bima di BPBD. Foto: Ady

Kunjungan Monev Komisi III DPRD Kota Bima di BPBD. Foto: Ady

Rombongan Komisi III berjumlah 7 orang dipimpin Alvian Indrawirawan. Kunjungan itu diterima Kepala BPBD Kota Bima, H Sarafudin di ruang kerjanya didampingi sejumlah Kepala Bidang tehnis.

Ketua Komisi III, Alvian Indrawirawan mengatakan, kunjungan bertujuan untuk mengevaluasi penyerapan anggaran BPBD Tahun 2015. Serta apa saja kegiatan yang akan dilakukan pada Tahun 2016.

“Beberapa item program yang dipaparkan Kepala BPBD dan Bidang Tehnis. Diantaranya, terkait dengan Kota Tangguh Bencana,” jelas Duta Partai Golkar ini.

Kata dia, Pemerintah Kota Bima sudah membentuk forum untuk memberikan pelatihan terhadap kelurahan Tangguh Bencana. Ada 6 kelurahan yang dibiayai oleh APBN kerjasama dengan Oxfam Australia masuk dalam kelurahan Tangguh Bencana. Kemudian rencananya, 5 kelurahan lagi akan dibentuk menjadi kelurahan tangguh.

“Mudah-mudahan, dengan dibentuknya kelurahan tangguh bencana ini Kota Bima bisa memahami dan lebih tanggap terhadap bencana yang terjadi,” harapnya.

Sementara terkait serapan anggaran jelasnya, hampir 100 persen. Seperti diperuntukan untuk forum tangguh bencana cukup besar dari total anggaran Tahun 2015, Rp7 Miliar. Melihat kinerja forum yang dibentuk pihaknya mengapresiasi karena forum ini bergerak dengan cepat ketika bencana banjir terjadi.

“Mudah-mudahan, forum yang telah dibentuk ini bisa menambah kekuatan agar Kota Bima bisa lebih sigap menanggulangi bencana yang terjadi,” harapnya.

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *