Ketua Panwaslu dan KPU Akui Ditegur DKPP

Kabupaten Bima, Kahaba.- Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Bima, Abdullah mengakui, Ia dan Komisioner, Junaidin mendapatkan teguran dari Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) belum lama ini. Teguran itu terkait dengan tugas saat tahapan Pilkada beberapa waktu lalu.

Sidang DKPP. Foto: www.harnas.co

Sidang DKPP. Foto: www.harnas.co

Hanya saja kata Abdullah, keputusan DKPP itu tidak berupa sanksi. Melainkan hanya bentuk peringatan, sebagai langkah pencegahan agar lebih hati – hati dalam menjalankan tugas.

“Hanya peringatan saja, tidak berupa sanksi,” akunya, saat dihubungi, Rabu (27/1).

Penyebab DKPP memberikan teguran tersebut ungkanya, karena diangap melakukan kelalaian saat menjalankan tugas pada Pilkada kemarin. Namun, Ia tidak merincikan secara detail kelalaian yang dimaksud.

“Yang jelas ada kelalaian kami dalam bertugas,” ujar dia.

Terkait teguran itu, Abdullah menanggapinya dengan positif. Sebab peringatan tersebut dianggap evaluasi demi perbaikan dalam menjalankan tugas sebagai penyelenggara Pilkada ke depannya.

“Kita sikapi dengan positif agar kedepan bisa lebih baik lagi,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bima, Siti Nursusila juga mengakui adanya teguran dari DKPP. Dirinya akan mematuhi peringatan tersebut dan berjanji ke depan akan memperbaiki kinerja sebagai penyelenggara Pilkada.

“Iya, peringatan saja. Peringatan agar berhati – hati lagi dalam menjalankan tugas,” kata Nursusila.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *