Sorotan ADD, Tak Mewakili Warga Soki

Kabupaten Bima, Kahaba.- Klarifikasi terkait sorotan transparansi pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) Soki tidak hanya disampaikan Kepala Desa setempat. Rupanya, antara tokoh pemuda juga berbeda pendapat dan terjadi pro-kontra.

Ilustrasi

Ilustrasi

Seperti disampaikan Tokoh Pemuda Desa Soki, Sagaf Sanggili. Ia menilai oknum warga yang menyoroti pengelolaan ADD Soki tidak mewakili warga desanya. Karena dianggap tidak pernah berada di Soki. Sehingga tidak mengetahui segala informasi kegiatan Pemerintah Desa.

Saya rasa kurang tepat asumsi tidak transparan itu. Mereka yang menyorot itu tidak pernah berada di Desa Soki sehingga tidak mengetahui kapan Musrenbang, RPJMD dan

RKPD dilaksanakan,” kata Sagaf kepada Kahaba.net, kemarin.

Dirinya mengaku, tau persis bagaimana pelaksanaan program, kegiatan dan pengelolaan ADD di Desa Soki. Sebab, setiap tahapan proses pengambilan keputusan mulai dari Musrenbang sampai perencanaan pembangunan tetap mengikuti.

“Pemerintah Desa Soki selalu terbuka. Setiap ada kegiatan tetap diumumkan melalui Masjid,” akunya.

Sagaf juga mengklarifikasi terkait sorotan terhadap pembukaan jalan ekonomi. Kata dia, pengerukan sungai sebenarnya sudah dilakukan di tempat lain. Tetapi karena membantu keinginan masyarakat akhirnya dikeruk lagi sungai sebelumnya.

Pengerukan itu merupakan upaya penanggulangan bencana dan dilakukan dengan swadaya masyarakat. Hasil pasir kerukan karena tidak bisa dibawa keluar, sehingga ditimbun untuk dijadikan jalan ekonomi.

“Kalaupun dianggarkan di ADD nanti kita akan perbaiki kembali pelaksanaannya,” terang dia.

Mengenai penyediaan papan informasi katanya, dalam RAB ADD tidak ada alokasi untuk pembuatan papan informasi. Penyampaian informasi hanya melalui masjid, musyawarah desa dan Musrenbang. Tetapi bukan berarti tidak ada keterbukaan.

*Ady

Komentari Berita Via Facebook
Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi kahaba.net. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung spam atau kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *